Mendikbud Nadiem: Mohon Kembali ke Tanah Air, Negara Membutuhkan Anda

Kompas.com - 03/09/2020, 12:24 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020). Tangkapan layar kanal Youtube KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengajak agar semua mahasiswa Indonesia yang telah selesai menimba ilmu di luar negeri untuk kembali ke Indonesia.

“Mohon kembali ke Tanah Air, negara Indonesia membutuhkan Anda,” ucap Nadiem dalam Penutupan Simposium Internasional Online Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia 2020 secara virtual di Jakarta, Minggu (30/8/2020), seperti dilansir laman Kemendikbud.

Belajar di luar negeri, lanjut Nadiem, memberikan kesempatan mahasiswa untuk menimba ilmu, pengalaman, membangun jaringan, dan mengenalkan budaya tentu.

Baca juga: Cek Daftar Kampus Swasta dan Prodi yang Terima KIP Kuliah

“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Setelah itu kembalilah ke Tanah Air karena besar sekali dampaknya yang teman-teman bisa lakukan untuk Indonesia,” imbau Nadiem.

Kemajuan bangsa bergantung pada manusianya

Nadiem mengatakan, paradigma kebergantungan dunia terhadap sumber daya alam kini telah bergeser ke arah sumber daya manusia.

Saat ini, kata dia, masyarakat di seluruh dunia menyadari bahwa kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada sumber daya manusianya.

“Kita perlu sadari, tanpa kerja cerdas, makin sulit kita mengantarkan Indonesia pada kemajuan itu,” tutur Mendikbud.

Baca juga: Beasiswa S1 Tanoto Foundation, dari Biaya Kuliah hingga Tunjangan Bulanan

Oleh karena itu, Nadiem mengaku bangga dengan pencapaian PPI Dunia yang telah menjalankan kiprahnya sebagai perhimpunan terbesar yang ada di luar negeri, dan berharap PPI dapat menunjukkan kontribusinya bagi kemajuan Indonesia.

Koordinator PPI Dunia periode 2020/2021 Choirul Anam menambahkan, proklamator pertama Indonesia, yakni Presiden Soekarno adalah lulusan dalam negeri, dan Bung Hatta adalah lulusan luar negeri.

"Saat keduanya berkolaborasi satu sama lain, dampaknya sangat luar biasa, semoga di zaman yang serba digital ini seluruh rekan-rekan PPI dapat berkolaborasi guna membuat gerakan baru yang bersejarah untuk memajukan Indonesia,” papar Fadlan.

Baca juga: Ingin Kuliah S1-S2 ke Selandia Baru? Ada Beasiswa Senilai Rp 100 Juta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X