Kompas.com - 04/09/2020, 05:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|

KOMPAS.com - Saat anak masih berusia dini, orang tua harus memberikan pengasuhan yang baik atau positif. Sebab, usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya.

Lantas, bagaimana memberikan pengasuhan yang positif pada anak? Untuk itulah para orang tua harus memahaminya dengan baik.

Merangkum dari modul pembelajaran jenjang PAUD yang dikeluarkan oleh Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), berikut ini hal-hal yang perlu dipahami orang tua:

1. Memahami tahap perkembangan anak

Masa anak usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa.

Baca juga: 15 Tips Praktis Orangtua Dampingi Anak Bermain di Rumah

Anak sangat aktif, dinamis, antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya.

Untuk itulah orang tua perlu memahami setiap perkembangan anak agar dapat memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya, sehinga pertumbuhan anak bisa maksimal
baik secara fisik maupun secara psikologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Memahami komunikasi efektif

Komunikasi merupakan sebuah media untuk menyampaikan pesan. Komunikasi harus dikuasai oleh orang tua dalam melakukan pengasuhan positif pada anak.

Melalui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal orang tua dapat mengetahui maksud yang akan disampaikan oleh anak.

Komunikasi berlangsung efektif ketika orang tua memberikan arahan kepada anak, dan anak menyampaikan gagasannya dalam suasana yang nyaman dan saling memahami.

3. Memahami disiplin positif

Disiplin positif merupakan suatu cara penerapan disiplin tanpa kekerasan, ancaman, dan hukuman, yang dalam praktiknya melibatkan komunikasi tentang perilaku yang efektif antara orang tua dan anak.

Dalam penerapan disiplin positif, anak diajarkan untuk memahami konsekuensi dari perilaku mereka. Selain itu, disiplin positif juga mengajarkan anak tanggung jawab serta rasa hormat dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Disiplin positif membuat anak mengerti bahwa ketika ia merapikan kamar tidurnya, ia akan merasa nyaman, bukan karena akan dihukum oleh mama jika tidak melakukannya atau karena ingin mendapatkan pujian atau hadiah.

Ini komunikasi efektif

1. Refleksi Pengalaman: "Ibu juga pernah mecahin gelas, kaget banget. Akhirnya, ibu selalu berhati-hati kalau membawanya".

2. Menyatakan Observasi: "Ibu lihat makanan kamu masih agak banyak".

3. Menunjukkan Empati: "Ngantuk ya rasanya habis main di luar?"

4. Pilihan: "Ibu akan membacakan cerita mengenai binatang, mana yang akan kamu pilih: ibu bercerita tentang sapi atau ayam?"

Ini komunikasi tidak efektif

1. Nasihat: "Makanya jangan sambil main-main bawanya!"

2. Interogasi: "Kok, makannya ga dihabiskan? Kenyang? Nggak suka?"

3. Menolak/mengalihkan perasaan: "Masa sih kamu capek?"

Baca juga: Orangtua, Simak Bentuk Pendampingan Pada Anak di Masa Sulit Ini

4. Perintah: "Tenang! Ibu akan membacakan buku tentang sapi!"

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.