Di Tengah Pandemi, Alumni Chevening Tetap Gelar Program Mentoring

Kompas.com - 08/09/2020, 20:49 WIB
Kepala Program Chevening di Indonesia Nick Faulkner, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, Chevening Alumni Association Indonesia, British Embassy Jakarta, serta penerima beasiswa Chevening hadir dalam konferensi pers pada Selasa (8/9/2020) lewat Zoom dan siaran langsung YouTube. DOK. BRITISH EMBASSY JAKARTAKepala Program Chevening di Indonesia Nick Faulkner, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, Chevening Alumni Association Indonesia, British Embassy Jakarta, serta penerima beasiswa Chevening hadir dalam konferensi pers pada Selasa (8/9/2020) lewat Zoom dan siaran langsung YouTube.

KOMPAS.com – Walaupun tidak bisa bertemu secara tatap muka karena pandemi Covid-19, Chevening Alumni Association Indonesia (CAAI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris masih membantu calon penerima beasiswa Chevening lewat program mentoring.

“Harapannya kita betul-betul bisa mendampingi mereka, bukan memanjakan,” jelas Ketua CAAI Gita Syahrani pada Selasa (8/9/2020).

Dalam acara virtual “Pembukaan Aplikasi Beasiswa Chevening Periode 2021-2022”, Gita pun berharap agar program mentoring ini bisa mengarahkan calon penerima beasiswa S2 Chevening untuk menjadi calon pemimpin Indonesia.

Baca juga: Kembali Dibuka, Ini Syarat Dapat Beasiswa Penuh S2 Chevening Inggris

Dwi Rahardiani selaku alumni, kreator, dan orang yang mengimplementasikan program mentoring Chevening menambahkan, program ini berguna agar proses berpikir calon penerima semakin terasah.

“Kami melihat bahwa ada banyak masalah yang dihadapi oleh pelamar dan yang lebih penting mereka membutuhkan seseorang untuk diajak bicara,” ujar Dwi lewat Zoom dan siaran langsung di akun YouTube British Embassy Jakarta.

Dengan menghubungkan calon penerima beasiswa (mentee) dengan mentor dari latar belakang yang sama, Dwi berharap timbulnya diskusi yang sangat jujur supaya ide-ide mentee dapat terbentuk untuk menulis esai.

Sebelum pelamar memasuki tahap wawancara, program mentoring CAAI ini juga akan mendampingi mentee dengan cara membuka sesi tanya jawab.

Baca juga: Cara Menulis Essay Beasiswa Kuliah bagi Calon Mahasiswa

“Ikuti media sosial kami @IDCheveningAlumni. Kami sudah membuka pendaftaran untuk semua pelamar sehingga kami dapat mencocokkan Anda dengan semua mentor,” imbuh Dwi.

Salah satu penerima beasiswa Chevening yang masih mengerjakan disertasi di Inggris, Stella Nau, memperjelas bahwa mentee memang perlu menyisihkan tenaga untuk bertanya kepada mentor.

Alasannya karena Chevening fokus pada esai yang dibuat calon penerima beasiswa. Namun, program mentoring tidak menjadi jaminan semua akan diterima dalam program beasiswa ini.

“Bukan berarti program mentoring ini memastikan Anda dapat Chevening, tetapi semua balik lagi ke diri masing-masing ya. Bagaimana kalian memperjuangkan esai tersebut, bagaimana kalian bisa belajar serta menambah networking,” kata Stella.

Cari bakat yang beragam

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins ingin penerima Chevening berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X