"Majalah Tergantung", Menjalin Mata Rantai Kebaikan Penguatan Literasi

Kompas.com - 16/09/2020, 13:14 WIB
Penyerahan Majalah Mata Air melalui Program Majalah Tergantung kepada Perwakilan Remaja Masjid Al Marjan. DOK. MAJALAH MATA AIRPenyerahan Majalah Mata Air melalui Program Majalah Tergantung kepada Perwakilan Remaja Masjid Al Marjan.

KOMPAS.com - Penguatan literasi pastinya tidak boleh terhenti meski di tengah pandemi. Untuk itu, dibutuhkan semangat gotong royong agar penguatan literasi ini dapat terus berjalan. " Majalah Tergantung" menjadi salah satu contoh praktik baik tersebut.

Program "Majalah Tergantung" yang diinisiasi Majalah Mata Air, terinsipirasi dari artikel tahun 2014 berjudul "Kopi yang Tergantung" ditulis Astri Katrini Alafta, Pemimpin Redaksi Mata Air. 

Dalam artikel tersebut diceritakan kebiasaan unik di Italia. Biasanya, pelanggan akan memesan dua buah kopi. "Uno café, uno suspeso, satu kopi, satu digantung," demikian ucapnya.

Kemudian bartender akan menyerahkan secangkir kopi pesanan pelanggan serta menggantung secarik kertas di dinding. "Kopi Tergantung" inilah yang kemudian dapat dimanfaatkan orang tidak mampu untuk mendapatkan kopi di kedai tersebut.

"Artikel yang pertama kali saya tulis tahun 2014 ini sebenarnya adalah karena ingin membangun jiwa berbagi pada masyarakat dan menarasikan tentang adab dalam berbagi itu sendiri," jelas Astri.

Baca juga: Najwa Shihab: Ada 4 Miskonsepsi dan Tantangan Literasi di Era Digital

Menjadi rantai kebaikan

Kisah inspiratif ini kemudian menjadi model dalam praktik penguatan literasi lewat program "Majalah Tergantung".

Tegar Rezavie Ramadhan, Management Advisor Majalah Mata Air menyampaikan konsep tersebut ternyata menginspirasi orang-orang mampu untuk membeli lebih banyak untuk orang lain, termasuk untuk bacaan ringan, yaitu majalah.

"Dengan 'Majalah Tergantung', para pelanggan Mata Air dapat membeli lebih banyak untuk mengirimkannya ke panti asuhan, masjid, dan mahasiswa tak mampu," jelasnya.

Tegar mengungkapkan sepanjang Agustus dan September 2020, Majalah Mata Air telah membagikan 12.000 "majalah tergantung" di perumahan warga, sekolah, masjid, dan rumah baca di beberapa wilayah Tangerang Selatan, Depok, dan Jakarta.

"Kisah tersebut menunjukkan bahwa berbagi dapat dilakukan dalam hal-hal sederhana namun ternyata bisa berdampak luas," jelas Astri.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X