Pakar Undip: Pentingnya Iptek bagi Ketersediaan Air Tawar

Kompas.com - 29/09/2020, 13:47 WIB
Ilustrasi air bersih THINKSTOCKS/KENZAZAIlustrasi air bersih
|

KOMPAS.com - Sumber daya alam (SDA) yang ada di bumi harus dijaga. Seperti halnya air tawar juga penting dijaga demi masa depan.

Untuk itu, akademisi yang juga Pakar Lingkungan dari Universitas Diponegoro ( Undip), Prof. Dr. Ir. Syafrudin CES MT, mengingatkan pentingnya memakai pendekatan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Tentu untuk menjaga ketersediaan air tawar sebagai strategi mempertahankan ketersediaan air bersih di bumi. Pendekatan Iptek mendesak untuk dilakukan karena pemanfaatan air tawar sudah berlebihan.

Baca juga: Ini Alasan Kapten Tim Academy Liga Italia Kuliah di Undip

Menurut Prof. Syafrudin, ketersediaan air di bumi hanya 2,5 persen yang berupa air tawar. Dari jumlah itu, tak lebih dari 1 persen yang bisa dimanfaatkan dengan biaya rendah. Selebihnya pemanfaatannya membutuhkan biaya tinggi.

Dijelaskan, air tawar yang bisa dimanfaatkan dengan biaya rendah berupa air di danau, sungai, waduk dan sumber air tanah dangkal.

"Diperlukan upaya bersama untuk mempertahankan keberadaannya demi kelangsungan kehidupan peradaban yang sekarang dan yang akan datang," ujar Prof. Syafrudin seperti dikutip dari laman Undip, Senin (28/9/2020).

Karena itulah diperlukan pengelolaan sumber daya air yang baik berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. tentu agar ada ketersediaan air bersih yang memenuhi baku mutu berkelanjutan.

Iptek jadi dasar pengelolaan

Disamping itu, Iptek harus menjadi dasar pengelolaan, mulai dari pengaturan sumber daya air mulai dari perencanaannya, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, sampai pengendalian daya rusak air.

Dia menilai, saat ini daya tampung lingkungan makin menurun, sementara penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari manusia sudah berlebihan.

Salah satu penyebab menurunnya daya dukung lingkungan bisa dilihat dari pencemaran air mulai dari hulu sampai hilir, padahal seharusnya kondisinya jernih dan layak untuk dikonsumsi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X