Kompas.com - 05/10/2020, 16:29 WIB
Salah satu potret saat guru dari Sinarmas World Academy (SWA) melakukan pembelajaran jarak jauh dengan siswanya. DOK. SINARMAS WORLD ACADEMYSalah satu potret saat guru dari Sinarmas World Academy (SWA) melakukan pembelajaran jarak jauh dengan siswanya.

Namun, ia berusaha untuk tetap memberikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tidak membosankan dengan mempelajari berbagai jurnal pedagogi (ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru).

“Anak-anak prasekolah yang berada pada usia krusial yang harus terus mendapatkan simulasi, sangat mudah bosan. Oleh karena itu, saya serius mempelajari jurnal-jurnal pedagogi yang ada tentang strategi mengadakan kelas online untuk anak-anak” jelas Rubeliza.

Rubeliza mengatakan bahwa dalam PJJ, guru harus lebih aktif, energik, ekspresif, dan kreatif.

Baca juga: Cara Singapura Lewati Gelombang 2 Covid Klaster Sekolah dan Universitas

Guru PAUD bisa menggunakan strategi pengajaran dengan memakai boneka maupun kostum agar pembelajaran terlihat lebih menarik.

Alhasil, murid pun bisa menangkap energi guru meski saat daring dan anak tidak kehilangan fokus.

Melihat perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi daring, Dwi Haryani sebagai salah satu orangtua siswa di SWA turut menghargai usaha para guru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Guru-guru sangat intens memberikan perhatian kepada setiap murid, kooperatif, pengertian dan sabar. Mereka disiplin tetapi di saat yang sama mereka juga sangat menyenangkan dan pengertian,” jelas Dwi.

Menurut Dwi, perjuangan guru saat PJJ sungguh luar biasa.

Hari Guru Sedunia

Setiap tahunnya, pelajar bisa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada guru pada saat peringatan Hari Guru Sedunia.

“Hari Guru Sedunia merupakan perayaan untuk memeringati hari jadi pengadopsian rekomendasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) / Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tentang Status Guru (Status of Teachers) pada 5 Oktober 1994,” tulis UNESCO dalam laman resminya.

Maka dari itu, 5 Oktober menjadi kesempatan untuk menandai kemajuan serta merefleksikan cara untuk melawan tantangan yang tersisa dalam menjalani profesi sebagai guru.

Tahun ini tema dari perayaan Hari Guru Sedunia ialah Guru: Memimpin dalam krisis, membayangkan kembali masa depan, bertepatan dengan tantangan dalam mengajar semasa dan pasca pandemi Covid-19.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun mengapresiasi guru dan pendidik di Indonesia dalam akun Instagram resminya.

“Terima kasih, para guru dan pendidik Indonesia! Selamat Hari Guru Sedunia 2020!,” tulis Kemendikbud pada Senin (5/10/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.