Kompas.com - 02/11/2020, 11:08 WIB
Bonardo menunjukkan event APRU Global Health Conference. DOK.UIBonardo menunjukkan event APRU Global Health Conference.
|

"Kebijakan WFH menyebabkan terjadinya peningkatan durasi bekerja di depan laptop," ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (2/11/2020).

Untuk objek penelitian Bonardo adalah para staf pengajar dan staf tenaga kependidikan yang menjalankan WFH, juga mahasiswa UI yang tengah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dampak-dampak penggunaan laptop

Hasil survei menunjukkan bahwa penggunaan laptop dari setiap orang ternyata memiliki perbedaan durasi yang dapat menyebabkan keluhan subjektif dari para responden.

"Dari total responden sebanyak 1.083 orang, terdapat laporan keluhan subjektif gangguan muskuloskeletal," imbuhnya.

Ini rinciannya:

  • 86,4 persen menyatakan memiliki keluhan pada leher
  • 76,2 persen pada bahu
  • 75,9 persen pada punggung bagian bawah

Menurutnya, keluhan tersebut berasal dari perbedaan durasi dan postur responden dalam menggunakan laptop saat beraktivitas dari rumah.

Kebanyakan dari responden memiliki perbedaan posisi dan postur dalam beraktivitas. Misalnya ada yang bekerja dengan posisi duduk hingga bekerja dalam posisi tengkurap, yang cukup banyak dilakukan oleh responden mahasiswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan Mata dari Paparan Gawai bagi Siswa

Cara menghindarinya

Untuk itulah, Bonardo merekomendasikan agar para pekerja atau mahasiswa memperhatikan posisi duduk saat menggunakan laptop, caranya:

  1. Penting untuk mengatur letak laptop saat bekerja atau belajar agar postur tubuh tidak terlalu menunduk atau mendongak.
  2. Melakukan peregangan
  3. Minum air putih yang cukup
  4. Cukup istirahat juga akan mengurangi risiko musculoskeletal

Dijelaskan, APRU Global Health Conference adalah konferensi ilmiah yang diselenggarakan setiap tahun oleh Association of Pacific Rim Universities (APRU) yang membahas isu-isu kesehatan global.

Kali ini, Fudan University, Shanghai adalah tuan rumah bagi perhelatan APRU Global Health Conference tahun 2020 ini.

Pada penelitian ini, Bonardo tidak sendirian. Tetapi dia terlibat dalam tim penelitian dosen yang mendapatkan hibah Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT) Dikti tahun 2020-2022.

Tim peneliti terdiri dari para dosen Departemen K3 FKM UI yaitu:

  • Indri Hapsari Susilowati, SKM, MKKK, Ph.D., sebagai ketua peneliti sekaligus pembimbing Bonardo.
  • Prof. Dr. dr. L. Meily Kurniawidjaja, M.Sc., Sp.Ok.
  • Susiana Nugraha, SKM, MN., Mahasiswa S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI.

Baca juga: Kerja Depan Komputer? Ini Tips Mata Sehat dari Akademisi UGM

Penelitian ini juga dilakukan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan UI (UPT K3L UI) dan timnya.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X