Penerima Beasiswa Chevening Putuskan Tetap Berangkat ke Inggris, Ini Alasannya

Kompas.com - 04/11/2020, 11:32 WIB
Potret Rifan Bachtiar selaku salah satu penerima beasiswa Chevening pada 2020. DOK. CHEVENINGPotret Rifan Bachtiar selaku salah satu penerima beasiswa Chevening pada 2020.

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, beberapa penerima beasiswa Chevening tetap memutuskan untuk berangkat mengeyam pendidikan ke Inggris demi memperoleh relasi dan pengalaman.

Rifan Bachtiar salah satunya. Ia melihat bahwa pembelajaran jarak jauh memang pilihan yang lebih aman saat pandemi Covid-19, tetapi ada kesempatan yang hilang.

"Tidak bisa dipungkiri pembelajaran jarak jauh merupakan opsi yang aman, tetapi saya melihat akan ada banyak kesempatan yang hilang," ujar Rifan kepada Kompas.com.

Baca juga: Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Pahami Dulu 5 Tips Ini

Pasalnya, mahasiswa magister (S2) di Cardiff University ini sudah memiliki rencana untuk mengikuti organisasi, kegiatan, maupun acara tertentu, termasuk bermagang.

"Saya berharap untuk dapat mengikuti program magang (internship) bersama pemerintah kota setempat. Selain untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajari di kelas di praktik nyata, kegiatan ini juga bermanfaat untuk membangun jejaring," imbuh Rifan. 

Tidak hanya sampai di situ, Rifan juga ingin berpartisipasi dalam festival bertema seni dan kebudayaan Inggris serta konferensi perubahan iklim terbesar di dunia, yaitu The 26th United Nations Climate Change Conference of Parties (COP26) di Glasgow, Skotlandia.

Namun untuk menyesuaikan dengan keadaan yang ada, Rifan pun harus mengundur ataupun membatalkan beberapa kegiatan dari daftar panjangnya.

Selain Rizal, Nadhila Renaldi juga tidak mau kehilangan pengalaman berkuliah secara tatap muka di Inggris secara langsung. 

Mahasiswi jurusan Public Policy di London School of Economics and Political Science ini bahkan bisa mengikuti perkuliahan tatap muka.

"Saya termasuk yang beruntung dikarenakan masih diperbolehkan untuk ke kampus dan menerima pembelajaran secara tatap muka, sehingga ekspektasi saya terpenuhi," "kata Nadhila.

Meski begitu, mahasiswi yang akrab disapa Dhea ini berharap agar situasi pandemi bisa membaik sehingga memungkinkan adanya pertemuan tatap muka dengan komunitas Chevening Global. 

Layanan kesehatan di Inggris

Selain khawatir kehilangan pengalaman, Dhea sendiri tetap yakin untuk berangkat karena protokol kesehatan di Inggris menurutnya sudah berjalan dengan baik. 

"Di sisi lain protokol kesehatan di United Kingdom (Inggris) juga berjalan dengan sangat baik karena dilengkapi sistem tracing (penelururan), Free-Covid Testing (tes Covid gratis), isolation period (periode isolasi), 'rule of six', dan lainnya," jelas Dhea. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X