Kompas.com - 10/11/2020, 17:01 WIB
Anak SDLB Nunukan saat mengikuti bimbingan belajar di rumah (Simon) Kompas.com/Ahmad DzulviqorAnak SDLB Nunukan saat mengikuti bimbingan belajar di rumah (Simon)
|

KOMPAS.com - Model pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tentu berbeda dengan anak pada umumnya. Selain sekolah, guru juga harus dibekali ilmu yang selaras bagi ABK.

Dalam webinar yang digelar Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus beberapa waktu lalu, dijelaskan model pembelajaran bagi ABK.

Melansir laman Ditjen GTK Kemendikbud, Selasa (10/11/2020), webinar diadakan untuk menyambut Hari Guru Nasional yang akan jatuh pada 25 November.

Berharap guru terinspirasi

Diharapkan para guru dan tenaga kependidikan dapat terinspirasi dari sejumlah sosok yang telah menunjukkan karya dan dedikasi di bidangnya.

Baca juga: Orangtua dan Guru, Pahami Deteksi Dini dan Penanganan ABK

"Kami hadirkan guru-guru terbaik yang ada di negeri ini, yang telah menunjukkan karya dan dedikasi, komitmen untuk menjalani profesi guru," ujar Plt. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Praptono.

Salah satu narasumber dalam webinar, Kepala Sekolah SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Jawa Timur, Dede Idawati mengungkap dengan berbekal vokasi, ABK dapat mengembangkan diri atau bekerja pada pihak lain dengan memperoleh pengakuan penghasilan yang layak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Model pembelajaran keterampilan memerlukan sistem pengelolaan yang melibatkan berbagai pihak secara fungsional," katanya.

Pentingnya berjejaring

Menurutnya, kemandirian ABK dapat dicapai melalui pendidikan keterampilan jika ada pengakuan oleh lingkungannya, baik itu orang tua anak dan sekolah.

Selain itu, Dede juga mengatakan pentingnya berjejaring, baik itu dalam pembelajaran keterampilan serta memasarkan produk.

Dalam hal keterampilan di ranah tata boga, para peserta didik SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik belajar dengan guru SMK di dapurnya SLB.

Sedangkan untuk pemasaran, networking ini terlihat dengan sejumlah pameran yang diikuti oleh para murid SLB ini.

"Hasil-hasil yang dibuat itu kita pamerkan produknya di mal besar bersamaan dengan siswa SMA, SMK. Murid SLB yang memasarkan," tuturnya.

Baca juga: Pakar Difabel UNS: Begini Pembelajaran di Rumah bagi ABK Saat Wabah Covid-19

"Mereka dengan percaya dirinya, semangatnya, memberikan suatu informasi bagaimana membuat kaus hingga packaging-nya," terang Dede.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.