Kompas.com - 13/11/2020, 20:13 WIB

KOMPAS.com - Bersekolah dari rumah nyatanya bisa menjadi peluang baru bagi murid untuk mengasah beragam potensi di bidang lain selepas sekolah daring.

Guna mengembangkan kompetensi diplomasi, Sekolah Cikal mengadakan kegiatan Simulasi Sidang PBB atau yang lebih dikenal dengan Cikal Model United Nation (MUN) secara virtual pada 23-24 Oktober 2020.

Pengajar program Individuals and Societies, dan Social and Cultural Anthropology di Sekolah Cikal Setu Devi Natalia mengatakan, kegiatan simulasi PBB ini juga merupakan bentuk pembelajaran yang beorientasi tindakan, artinya murid dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Beasiswa Belajar Data Science dari DQLab UMN, Terbuka untuk Umum

“Di Sekolah Cikal, murid-murid tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas tapi juga bagaimana mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Program Simulasi Sidang PBB ini adalah bagian dari aktivitas pembelajaran yang ada di program Social Studies. Dalam hal ini, STUCO (OSIS) yang menjalankannya,” ucap Devi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (13/11/2020).

Hal esensial yang diharapkan dari kegiatan MUN ini, lanjut Devi, pada akhirnya adalah anak-anak sendiri menjadi lebih peduli terhadap isu-isu global yang ada pada saat ini.

Murid Kelas 10 Thalita Izza Nadira yang pernah meraih gelar Best Delegate di Ajang Internasional SimurgMUN 2020 mengatakan kegiatan ini melatih kemampuan diplomasi, kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

Baca juga: ITB Peringkat ke-1 Perguruan Tinggi Inovatif 2020 Versi Kemenristek

Ia juga menekankan bahwa kemampuan berdiplomasi itu tak sekadar soal suara, melainkan gagasan dan ide yang diajukan demi keselamatan dan kedamaian dunia.

"Kegiatan ini harapannya dapat melatih kemampuan teman-teman Sekolah Cikal untuk menjadi diplomatis. Artinya, pribadi yang dapat mendengar sekaligus berani dan juga percaya diri atas tanggapan yang sudah diberikan,” jelas Izza yang juga menjadi Ketua Pelaksana kegiatan Simulasi MUN.

Sementara itu, murid kelas 9 Naira Azra Senen berpendapat, keikutsertaan MUN di Cikal di masa pandemi ini adalah momen untuk mengasah keterbukaan berpikir.

“MUN berfokus dalam berdiskusi, mendengar, dan memahami opini-opini yang dinyatakan oleh para perwakilan (delegates). Bagi saya, MUN sangat terbuka pada opini dan pernyataan para murid, karena itu saya bisa menemukan kepercayaan diri sendiri dalam MUN,” tutur Naira.

Baca juga: 7 Bidang Ilmu Universitas Brawijaya Masuk Peringkat Dunia THE WUR 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.