Kompas.com - 15/11/2020, 16:45 WIB
Ilustrasi perempuan menulis diari. Dok. Shutterstock/Marina AndrejchenkoIlustrasi perempuan menulis diari.
|

Di Indonesia masih sedikit

Di Indonesia sendiri, diskriminasi terhadap perempuan dan karyanya juga terjadi.

Jika melihat data ensiklopedia sastra Indonesia Kemendikbud RI, dari total 246 penulis yang terdaftar, hanya 40 penulis perempuan. Beberapa nama penulis perempuan bahkan tidak terdokumentasikan.

Guru Besar bidang ilmu sastra dan gender ini menambahkan, akademisi sastra sebaiknya lebih banyak menggali karya-karya sastrawan perempuan.

Tentu ini untuk membuktikan bahwa karya perempuan layak dipertimbangkan untuk disuarakan, atau menjadi bahan diskusi dan kajian ilmiah.

Baca juga: Guru Besar Unpad: Prevalensi Hepatitis B di Indonesia Masih Tinggi

"Kita sangat asyik membahas karya laki-laki, sehingga isu mengenai perempuan seringkali kurang muncul," tandas Prof. Aquarini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.