Hingga 2020, Kemenag Salurkan Beasiswa bagi 4.915 Santri

Kompas.com - 01/12/2020, 19:55 WIB
Ilustrasi santri
Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimIlustrasi santri
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Kementerian Agama ( Kemenag) mengaku ada sebanyak 4.915 santri yang menerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2005.

Pemberian beasiswa ini dilaksanakan dalam bentuk dukungan bagi santri yang memiliki kemampuan akademik, kematangan pribadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk dapat mengikuti program pendidikan tinggi.

Baca juga: 12 Guru dan Kepala Madrasah Inspiratif versi Kemenag

"Dari 4.915 santri yang menerima, sudah ada 3.980 alumni beasiswa PBSB ini," ungkap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Ali Ramdhani melansir laman Kemenag, Selasa (1/12/2020).

Selain santri, kata dia, 900 calon tenaga kesehatan termasuk dokter juga dibiayai oleh beasiswa PBSB Kemenag.

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menyampaikan pesan, agar para santri bisa memanfaatkan beasiswa dari PBSB ini, sebagai peluang meningkatkan kualitas diri untuk selanjutnya mengabdi kepada masyarakat.

"Belajar yang baik ya. Selesaikan pendidikan dengan baik, kemudian segera turun ke masyarakat. Manfaatkan ilmu untuk kepentingan umat dan masyarakat luas. Bawa dan tebarkan Islam kepada masyarakat," tutur Menag.

Salah satu santri penerima beasiswa PBSB, Ahmad Fahrur Rozi menyatakan bahwa program beasiswa ini sangat membantu para santri untuk memperoleh kesempatan dalam menimba ilmu pendidikan tinggi yang berkualitas.

"Semoga ke depan semakin banyak santri yang beruntung seperti kami melalui beasiswa PBSB," ucap pria yang kini menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Berbagi dengan masyarakat kurang mampu

Fahrur yang kini menjabat sebagai Ketua Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA) menyampaikan, bahwa organisasi yang sedang dijalankannya banyak para santri yang ikut, dan pastinya mereka para penerima beasiswa PBSB sejak 2007.

"Banyak aksi sosial yang telah kami lakukan melalui organisasi ini. Salah satunya membangun karakter santri moderat serta berwawasan Islam dan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)," tutur Fahrur.

Fahrur pun menyebutkan ada beberapa program CSSMORA yang baru, yakni program santri berbagi sebesar Rp 20 ribu. Program ini dijalankan demi membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Kampus PTKIN Harus Kuatkan Tali Persaudaraan Bangsa, Ini Alasannya

"Melalui program ini, kami mengajak teman-teman penerima beasiswa PBSB untuk menyisihkan Rp 20 ribu dari living cost yang mereka miliki untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X