Kompas.com - 09/02/2021, 16:18 WIB
|

Selain Ramli, diskusi yang dimoderatori oleh Asri Oktavioni Indraswari, kandidat PhD Earth Science dari University of Oxford, tersebut juga dihadiri beberapa pembicara lain, yaitu:

  • Prof. Dr. Ir Muhammad Nuh, DEA, yang merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2009-2014.
  • Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.
  • Dwiko dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Lebih lanjut, Ramli menyatakan, pemerintah menyiapkan kuota untuk satu juta guru honorer untuk diangkat menjadi PPPK.

Namun, kebijakan tersebut akan sulit terealisasi karena pemerintah daerah meragukan komitmen pemerintah terkait sumber dana untuk menggaji guru honorer yang diangkat menjadi PPPK.

Hingga kini, pemerintah daerah belum maksimal dalam menyajikan data ke pusat tentang jumlah guru honorer yang dapat diangkat.

Baca juga: Gaji Guru PPPK Sama dengan PNS

PPPK, keberpihakan pemerintah pada guru honorer

Sementara Nunuk Suryani menegaskan bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PPPK adalah salah satu bentuk keberpihakan dan keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Menurutnya, aturan pemerintah menyatakan bahwa mereka yang di atas usia 35 tahun sudah tidak bisa mengikuti seleksi CPNS, sementara 95 persen guru honorer rata-rata berusia di atas 35 tahun.

"Artinya, kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS sudah tertutup bagi mereka. Maka dari itu, PPPK adalah salah satu cara agar mereka mendapatkan kesejahteraan yang layak," katanya.

"Bayangkan, masih banyak dari mereka yang digaji di bawah Rp 300.000 per bulan. Dengan PPPK, mereka bisa lebih sejahtera," imbuh Nunuk.

Berdasarkan data Kemendikbud, besaran gaji guru honorer rata-rata adalah Rp 50.000 sampai Rp 350.000 per bulan, tergantung kemampuan sekolah masing-masing.

Namun jika diangkat menjadi PPPK, mereka dijanjikan gaji sebesar Rp 2.900.000 per bulan, ditambah tunjangan dan sertifikasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.