Kompas.com - 13/02/2021, 12:21 WIB
|

KOMPAS.com - Menghabiskan akhir pekan di rumah saja bukan berarti hari berlalu dengan rasa bosan. Di tengah pandami Covid-19, orangtua harus memutar otak agar anak tidak merasa jenuh karena harus di rumah. Salah satunya dengan mencari kegiatan mengasyikkan yang bisa dilakukan bersama.

Dengan aktivitas yang dilakukan bersama, kedekatan dan kehangatan antara orangtua dan anak bisa tetap terjaga.

Kehangatan di tengah keluarga ini ternyata bisa mendukung perkembangan anak lebih optimal.

Melansir laman kagama.co, menurut Psikolog Perkembangan Anak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Aisah Indati, M.S, seorang anak bisa dikatakan tumbuh berkembang secara optimal jika kondisi seseorang yang memiliki kecerdasan emosional maupun spiritual.

Membantu perkembangan anak lebih optimal

Selain itu mampu memahami kelebihan dan kekurangan diri serta cepat beradaptasi. "Perkembangan yang optimal, akan tercapai apabila anak memperoleh stimulasi yang bervariatif," kata Aisah Indati seperti dikutip dari laman Kagama.co, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga: Ragam Manfaat Anak Pelajari Bahasa Asing Menurut Psikolog

Stimulasi yang bisa diberikan kepada anak ada beberapa macam. Misalnya stimulasi yang bersifat motorik, emosi, sosial, serta pengamatan.

Aisah Indati menekankan, penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian dan pengawasan bagi perkembangan tumbuh kembang anak. Terutama di masa keemaasan (golden age). Yakni usia 0 sampai 5 tahun.

Pada masa keemasan ini, sambung Aisah, dibutuhkan beberapa stimulasi dari lingkungan sekitar. Supaya anak mengalami perkembangan yang optimal. "Salah satunya dengan bermain dan belajar,” ungkapnya.

Berikan beberapa stimulasi yang  bervariatif

Menurut Aisah Indati, di masa pandemi anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan gawai dan menonton televisi. Apalagi jika kedua orangtuanya atau orang dewasa di sekitarnya sibuk bekerja.

Namun di tengah kesibukan orangtua, diharapkan tetap mengupayakan memberikan perhatian dengan interaksi dan pengawasan.

Baca juga: Kenalkan Pendidikan Seks pada Anak Melalui Lagu Lindungi Diri

"Orangtua bisa memberi stimulasi anak dengan kegiatan menggambar, mewarnai serta adanya kerjasama antara anak dan orangtua," paparnya.

Kegiatan paling sederhana yang bisa dilakukan orangtua dengan anak yakni menggambar. Meski terdengar sederhana, namun kegiatan menggambar ini membantu anak dari sisi emosi dan sosial.

Saat anak bereksplorasi melalui proses mencampur berbagai macam warna, hal tersebut mengasah kepekaan emosi yang melibatkan kreativitas dan inisiatif, serta interaksi sosial anak.

"Selain itu orangtua dapat memantau perkembangan anak dari warna yang digunakan dalam menggambar," imbuh Aisah Indati.

Saat menggambar bersama anak, orangtua bisa mengarahkan anak jika secara warna yang digunakan, akan menunjukan adanya persoalan dalam diri anak secara psikologis.

Baca juga: Sering Bertengkar di Depan Anak? Ini Dampaknya Menurut Sosiolog UGM

Saat menggambar, secara tidak langsung juga memberikan stimulasi motorik halus. Hal ini diperoleh saat anak bereksplorasi menggunakan media pewarna, craft, maupun kertas origami. Kegiatan ini akan melatih kepekaan motorik halus dalam diri anak.

Kegiatan menggambar juga memberikan stimulasi dari sisi kecerdasan emosional anak. Hal ini amat memegang peranan penting, tidak hanya untuk saat ini namun juga di kehidupannya di masa depan.

"Dengan memiliki kecerdasan emosional yang baik, bisa mendorong lahirnya kemampuan dalam memahami emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, memahami emosi orang lain serta memelihara hubungan," pungkas Aisah Indati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.