Kompas.com - 15/02/2021, 11:03 WIB
Ratusan warga dari berbagai wilayah berkumpul untuk mengikuti Parade Bhineka Tunggal Ika di kawasan Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016). Warga mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika untuk merekatkan kembali rasa persatuan bangsa dan juga menjadi momentum refleksi atas sejumlah kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan, seperti pengeboman Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 November 2016. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGRatusan warga dari berbagai wilayah berkumpul untuk mengikuti Parade Bhineka Tunggal Ika di kawasan Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016). Warga mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika untuk merekatkan kembali rasa persatuan bangsa dan juga menjadi momentum refleksi atas sejumlah kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan, seperti pengeboman Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 November 2016.
|

KOMPAS.com - Indonesia terkenal dengan beragam suku, budaya, dan ras. Keberagaman ini haruslah dikenalkan kepada anak sejak dini. Dengan harapan anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang memiliki toleransi tinggi dengan semua perbedaan di sekitarnya.

Bahkan dalam slogan bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika juga sudah mempunyai  makna, bahwa meski terdiri dari beragam suku, agama, dan ras, Indonesia harus bersatu dalam naungan NKRI.

Melansir instagram @kemdikbud.ri, keluarga berperan penting dalam mendidik anak untuk membangun pribadi dan karakter setiap individu.

Oleh karena itu, orangtua berperan penting dalam mengajarkan anak tentang sikap-sikap toleransi kepada anak sejak dini.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak mengenal keberagaman di sekitarnya dan bisa memiliki rasa toleransi.

1. Mengenalkan keragaman

Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Pengenalan tentang keberagaman ini jika dilakukan kepada anak sejak dini akan menumbuhkan jiwa toleransi pada diri mereka.

Baca juga: Anak Kurang Fokus Saat Belajar di Rumah? Coba Lakukan Tips Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Mengajarkan anak mencintai dan menghargai perbedaan

Sikap saling menghormati dan menghargai, baik di lingkungan keluarga, pertemanan dan lingkungan masyarakat akan menghindarkan terjadinya diskriminasi pada suatu kelompok masyarakat.

3. Mencontohkan sikap teladan kepada anak

Pada usia di bawah 4 tahun, anak cenderung memiliki sifat egosentris sehingga anak mampu dengan mudah menyerap apa yang dilakukan orangtua maupun orang-orang di sekitarnya.

4. Menjaga sifat toleransi

Jiwa toleransi yang tinggi sangat penting untuk dimiliki anak.

Jika jiwa toleransi sudah tertanam sejak dini, maka anak dapat melawan kefanatikan, rasisme dan prasangka dengan mudah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.