Kompas.com - 18/02/2021, 14:48 WIB
Ilustrasi tanaman buah jeruk. PIXABAY/CAPRI23AUTOIlustrasi tanaman buah jeruk.
|

KOMPAS.com - Saat berbelanja buah-buahan, kadang menemukan buah yang diluar terlihat bagus. Tapi setelah dimakan, rasanya kurang memuaskan.

Misalnya saja saat membeli jeruk, kondisi kulit jeruk yang bagus belum tentu menentukan jeruknya manis. Bisa saja asam atau bahkan tak berasa.

Mendeteksi kualitas hasil tani ini menjadi masalah di dunia pertanian. Di dunia pertanian, mendeteksi kualitas hasil pertanian tanpa merusaknya atau membukanya sering disebut dengan evaluasi mutu secara non destruktif.

Salah satu produk pertanian yang produksinya cukup besar adalah jeruk siam. Problematika yang dihadapi petani jeruk siam ini mendorong Tim Riset Institusi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melakukan penelitian berjudul 'Estimasi Karakteristik Kimia Jeruk Secara Non-Destruktif Menggunakan Sensor Near Infrared ASs7263 Dan Neural Networks Ensemble'.

Penelitian sebelumnya gunakan alat yang mahal

Penelitian ini diketuai oleh Susanto Budi Sulistyo beranggotakan Dr. Siswantoro, Ir. Agus Margiwiyatno, Ir. Masrukhi, Dr. Asna Mustofa, Arief Sudarmaji, Rifah Ediati, Riana Listanti, Hety Handayani Hidayat. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel buah jeruk dari Desa Karangcengis Purbalingga.

Baca juga: Mahasiswa, Ini 6 Etika Kirim Tugas via Email ke Dosen

Ketua tim penelitian Susanto Budi Sulistyo menerangkan, penelitian terkait evaluasi mutu buah jeruk secara non destruktif cukup banyak dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian sebelumnya menggunakan alat near-infrared (NIR) spectrometer yang dijual komersil di pasaran dengan harga yang sangat mahal berkisar US$ 8.000-10.000 per unit.

Hal ini menjadi permasalahan dan tantangan sendiri untuk mengevaluasi mutu buah jeruk secara non-destruktif menggunakan alat portable spectrometer yang terdiri atas pemancar dan penerima spektrum cahaya infra merah.

"Penelitian ini menggunakan sensor NIR AS7263 (https://ams.com/as7263) yang mempunyai enam channel penangkap reflektansi spektrum inframerah dengan harga yang lebih terjangkau (US$ 40)," jelas Susanto Budi Sulistyo seperti dikutip laman resmi unsoed.ac.id, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Mahasiswa MIPA UNY: Kurma Jadi Bahan Minuman Berenergi yang Aman

Budi memaparkan, neural networks ensemble (NNE) dan genetic algorithm (GA) juga diaplikasikan untuk memprediksi mutu kimia buah jeruk dengan menggunakan nilai keluaran dari enam channel sensor AS7263. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.