Sinergi Kampus Mengajar dan KLS Jawab Tantangan Literasi Masa Pandemi

Kompas.com - 22/02/2021, 20:32 WIB
Sekjen Kemendikbud, Prof. Ainun Na?im dalam peluncuran Sinergi KLS dan Kampus Mengajar secara daring (18/02/2021), DOK. SEAQILSekjen Kemendikbud, Prof. Ainun Na?im dalam peluncuran Sinergi KLS dan Kampus Mengajar secara daring (18/02/2021),

KOMPAS.com - Persoalan penguatan literasi makin mendapatkan tantangan saat pandemi global Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran yang mengharuskan siswa melaksanakan belajar dari rumah (BDR).

Menjawab tantangan tersebut, SEAQUIL (SEAMEO QITEP in Language) mengagas program Klub Literasi Sekolah (KLS) yang disenergikan dengan program Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

KLS melibatkan 307 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi yang akan mendampingi siswa sekolah menengah/sederajat yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan di 12 provinsi di Indonesia.

Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani menyampaikan KLS mengangkat tema abstrak literasi dan kecakapan abad ke-21, terealisasi sebagai sebuah kegiatan konkret (berbasis karya).

"Dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka sesuai dengan arahan Sekjen Kemendikbud, Prof. Ainun Na‘im, SEAQIL akan senantiasa melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yaitu sekolah, guru, siswa, mahasiswa, komunitas literasi, media massa, dan lain-lain," jelasnya.

Sebelum KLS resmi diluncurkan, SEAQIL telah melaksanakan serangkaian kegiatan, baik koordinasi maupun sosialisasi.

Baca juga: Perangi Hoaks, Edukasi Literasi Media Dibutuhkan untuk Tingkatkan Kemampuan Kritis Masyarakat

 

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL,  Misbah Fikrianto turut menyosialisasikan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang menjadi dasar program KLS.

Menurut Misbah Fikrianto, perguruan tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran.

Misbah menambahkan, raihan capaian pembelajaran tersebut mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal serta selalu relevan dengan perkembangan Revolusi Industri tahap 4, dengan 3 Literasi, yaitu: Literasi Data, Teknologi, dan Manusia.

"Hal ini lah yang mendorong SEAQIL untuk bersinergi dengan kebijakan Kemendikbud, khususnya kebijakan MBKM yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja," tegas Misbah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X