Satu Tahun Pandemi, Membangun Harapan lewat Vaksin untuk Guru

Kompas.com - 02/03/2021, 15:03 WIB
Vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan memberikan harapan untuk bisa segera dibukanya kembali pembelajaran tatap muka. Tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi yang masih terjadi. DOK. TANOTO FOUNDATIONVaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan memberikan harapan untuk bisa segera dibukanya kembali pembelajaran tatap muka. Tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi yang masih terjadi.

Oleh: Sri Rahayu, Guru SMPN 13 Balikpapan, Kalimantan Timur

KOMPAS.com - Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi pendidikan yang lesu karena pandemi Covid 19. Hal itu dibuktikan dengan target proses vaksinasi untuk lima juta guru dan tenaga kependidikan bisa selesai di akhir Juni 2021.

Jika target tercapai, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa proses belajar tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan pada bulan Juli 2021.

Berita ini tentu saja menjadi angin segar bagi dunia pendidikan. Hampir satu tahun pandemi sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia (2/3/2020), belajar dari rumah (BDR) menjadi dampak yang memukul langsung dunia pendidikan kita.

Jujur kita akui, banyak kendala yang dialami guru maupun siswa terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama ini.

Mulai dari susahnya jaringan internet, kurang memadainya aplikasi di ponsel pintar, kurang maksimal anak-anak memahami pembelajaran daring, dan kendala dari pihak guru dalam mengoperasikan berbagai aplikasi PJJ telah mewarnai proses pembelajaran di masa pandemi.

Baca juga: Setelah Vaksin untuk Guru, Perlukah Vaksin untuk Peserta Didik?

Persiapan pemangku kepentingan

Menghadapi rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan pada bulan Juli tentu perlu persiapan dari berbagai pihak seperti pemerintah, guru, sekolah, siswa, dan orangtua.

1. Pemerintah

Perlu dibuat sebuah panduan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan pendidik serta peserta didik. Panduan tersebut harus disosialisasikan bagi pelaksanaan pendidikan secara tatap muka di masa pandemi ke seluruh Indonesia.

Pembelajaran tatap muka juga tidak bisa langsung dilaksanakan secara serentak, bisa dimulai dari daerah zona hijau terlebih dahulu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X