Kompas.com - 04/03/2021, 07:30 WIB
Ilustrasi minyak kelapa belchonockIlustrasi minyak kelapa

KOMPAS.com - Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Bahkan untuk komoditas kelapa, Indonesia menjadi produsen kelapa terbesar dunia di atas Filipina, India, dan Brazil.

Industri turunan kelapa yang masih dikembangkan salah satunya adalah virgin coconut oil (VCO). Namun ada produsen yang mengeluhkan produksi VCO menimbulkan permasalahan baru, yakni produk sampingan pengolahan minyak kelapa yang tidak dimanfaatkan.

Produk sampingan ini tidak dapat dikonsumsi dan apabila tidak diolah akan menyebabkan pencemaran terutama di lingkungan produksi.

Baca juga: Djarum Buka Beasiswa Mahasiswa D4-S1, Tunjangan Rp 1 Juta Per Bulan

Baik air ataupun udara yang disebabkan zat kimia serta aroma yang menyengat yang dihasilkan. Hingga saat ini produk sampingan hanya terkumpul menjadi limbah.

Dari permasalahan ini, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merekayasa limbah tersebut untuk dijadikan sabun antibakteri.

Manfaatkan limbah pengolahan minyak kelapa

Gagasan ini datang tujuh mahasiswa di sejumlah program pendidikan yang berbeda. Mereka adalah Khoir Nur Arifah, Larasati Nindya Ismana, Muhammad Naufal Majid, Nur Mahsun Asqallany Ramadhan, Lolita Paramesti Nariswari, Afif Oktavia Putri Sakti dan Bagas Isdiyantara Putra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Khoir Nur Arifah, di Kabupaten Bantul, DIY juga terdapat produsen minyak kelapa rumahan yang telah memiliki konsumen pasar cukup besar. Produsen tersebut mengolah kelapa menjadi VCO tiap hari.

Baca juga: Ikut Kampus Mengajar, Mahasiswa Dapat Uang Saku Bulanan dan Bantuan UKT

Nur menerangkan, limbah pemurnian minyak kelapa mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia dan setelah dilakukan serangkaian proses dapat dihasilkan minyak kelapa kembali.

“Hasil pemurnian tersebut dapat digunakan sebagai campuran bahan makanan, produk kesehatan, kosmetik dan bahkan bisa digunakan sebagai bahan utama pembuatan sabun” kata Nur dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Menurut Nur, industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.