Kompas.com - 17/03/2021, 23:13 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim meresmikan Program SMK Pusat Keunggulan secara daring melalui live streaming di kanal Youtube resmi Kemendikbud pada Rabu (17/3/2021) Dok. Humas KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim meresmikan Program SMK Pusat Keunggulan secara daring melalui live streaming di kanal Youtube resmi Kemendikbud pada Rabu (17/3/2021)

KOMPAS.com – Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan adalah wujud nyata dari upaya pembenahan pendidikan vokasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Program tersebut termasuk dalam rangkaian program kebijakan baru Kemendikbud “Merdeka Belajar”, gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Mendikbud Nadiem menerangkan, SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan untuk menjawab tantangan pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan di dunia kerja.

“Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi mendalam dan menyeluruh,” papar Nadiem, saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedelapan: SMK Pusat Keunggulan secara online di kanal Youtube resmi Kemendikbud RI pada Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Mendikbud Dorong Kesetaraan Gender Lewat Peran Guru Perempuan

Ia menyatakan keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja tidak hanya diwujudkan melalui MoU saja, tetapi harus berlangsung secara mendalam dan menyeluruh

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Upaya mewujudkan keselarasan itu dapat ditempuh dengan cara memenuhi delapan aspek link and match,” katanya dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu.

Delapan aspek link and match

Adapun delapan aspek itu pertama adalah kurikulum disusun bersama, sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills, dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis project riil dari dunia kerja, atau project based learning untuk memastikan hardskills, softskills, dan karakter yang kuat.

Baca juga: Kemendikbud: 7 Lowongan Kerja Lulusan SMK Minggu Kedua Maret 2021

Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru atau instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja. Keempat, praktik kerja lapangan atau industri, minimal satu semester.

Kemudian kelima, bagi lulusan dan bagi guru atau instruktur, sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.