Kompas.com - 19/03/2021, 19:39 WIB
Tangkapan layar Mendikbud Nadiem Makarim saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI. DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSANTangkapan layar Mendikbud Nadiem Makarim saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI.

KOMPAS.com- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah skema dana biaya hidup mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk tahun ini.

Kali ini, yang berbeda adalah dana biaya hidup ditentukan berdasarkan indeks kemahalan tempat mahasiswa berkuliah.

Sebelumnya, dana biaya hidup mahasiswa penerima KIP-K dipukul rata. Pada 2020, setiap mahasiswa mendapatkan biaya hidup sebesar Rp 700.000 per bulan.

Baca juga: KIP Kuliah Naik Sampai Rp 12 Juta Per Semester, Ini Cara Mendapatkannya

Sedangkan, pada tahun ini biaya hidup dibagi ke dalam lima klaster daerah sesuai indeks harga. Melansir dari laman kemdikbud.go.id, ada lima klaster yang ditetapkan sebagai berikut:

1. Klaster satu diberikan biaya hidup sebesar Rp 800.000 per bulan.

2. Klaster dua, diberikan Rp 950.000 per bulan

3. Klaster tiga diberikan Rp 1,1 juta pe rbulan

4. Klaster empat diberikan Rp 1,25 juta per bulan

5. Klaster lima diberikan Rp 1,4 juta per bulan.

"Biaya hidup dibagi menjadi 5 klaster daerah sesuai indeks harga berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas 2019)," Ujar Mendikbud Nadiem Makarim.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X