Kompas.com - 22/03/2021, 12:02 WIB
Paparan narasumber, Suhajar Diantoro, Staff Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan dalam Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 yang diadakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengangkat tema Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural.

DOK. KEMENDAGRIPaparan narasumber, Suhajar Diantoro, Staff Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan dalam Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 yang diadakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengangkat tema Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural.

KOMPAS.com - Keberpihakan pemerintah daerah dalam penguatan literasi masih perlu ditingkatkan jika ingin menaikkan indeks pembangunan literasi, salah satunya dengan mulai melirik peran penting perpustakaan daerah.

Indek pembangunan literasi dan keberpihakan terhadap perpustakaan daerah ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan yang secara resmi telah dibuka hari ini, Senin 22 Maret 2021 dan akan berlangsung sampai 23 Maret 2021.

Tahun ini, Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 yang diadakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengangkat tema "Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural."

Salah satu narasumber, Suhajar Diantoro, Staff Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan yang mewakili Mendagri Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri) yang membuka Rakornas mengungkapkan sejumlah fakta menarik terkait Indeks Pembangunan Literasi Indonesia 2020 dan keberpihakan terhadap perpustakaan daerah:

Baca juga: Literasi Digital, Ini Cara Lindungi Data Diri agar Tak Disalahgunakan

1. Indeks Pembangunan Literasi 2020

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam paparannya, Suhajar Diantoro, mengungkapkan Provinsi Kalimantan Selatan memiliki indeks tertinggi pembangunan literasi masyarakat 2020 dengan poin 48,70.

Peringkat Kalimantan Selatan kemudian diikuti oleh provinsi lain yakni; Kepulauan Bangka Belitung (28,83 poin), Gorontalo (28,18 poin), Kalimantan Timur (20,78 poin), DKI Jakarta (18,91), Yogyakarta (18,00) dan Maluku (17,51 poin). 

2. Kendala menaikkan pembangunan literasi

Suhajar menjelaskan ada beberapa kendala dalam meningkatkan pembangunan literasi, di antaranya:

  • Keterbatasan sarana dan prasarana perpustakaan.
  • Keterbatasan SDM pengelola perpustakaan.
  • Kendala ketersediaan koleksi buku yang memadai dan sesuai kebutuhan masyarakat.
  • Keterbatasan pemahaman tentang penyelenggaraan urusan perpustakaan.
  • Keterbatasan dukungan anggaran.    

3. Pemetaan problem literasi Indonesia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.