Kompas.com - 14/04/2021, 15:34 WIB
Sekolah Cikal Dok. Sekolah CikalSekolah Cikal

KOMPAS.com - Praktisi pendidikan Najelaa Shihab mengatakan, nilai terkadang bisa menjadi umpan balik yang kurang tepat untuk mengukur hasil belajar anak.

Menurutnya, mendapat nilai tinggi tidak termasuk dalam 9 kompetensi yang dibutuhkan anak untuk bisa sukses di masa depan, melainkan mandiri dalam belajar, refleksi dalam proses belajar hingga kemampuan berkomunikasi.

Terlebih di era transformasi pendidikan, proses pembelajaran kini tidak bisa hanya berbasis konvensional dan berorientasi pada nilai, melainkan pada pengembangan kompetensi dan karakter yang akan mengasah diri murid untuk dapat bertahan hidup di masa depan.

Sekolah Cikal telah menerapkan praktik pembelajaran tersebut dengan memvariasikan proyek asesmen pengembangan kompetensi murid melalui Proyek Kulminasi (Culminating Project), sebuah proyek akhir yang berorientasi pada upaya menganalisis masalah-masalah yang terjadi dalam dunia serta mencoba mencari solusi yang tepat untuk masalah tersebut.

Baca juga: Ini Biaya Kuliah di Universitas Indonesia 2021 Program S1 Reguler

Proyek Kulminasi yang juga merupakan syarat kelulusan bagi murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong telah dijalankan pada tanggal 8-9 April 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek Kulminasi, bukti setiap anak memiliki potensi

Bagi Najelaa, menyatakan bahwa upaya, karya dan proses refleksi yang dijalankan oleh murid-murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong di acara Culminating Project “The Power of Creativity” menunjukkan bukti bahwa setiap anak semakin memiliki potensi yang besar dan terus bertumbuh menjadi sebaik-baiknya manusia.

“Dalam proyek ini, murid-murid kelas 9 melakukan serangkaian proses dan tahapan riset, membuat sebuah inovasi yang penuh dengan tantangan dan bermakna. Bagi saya, karya dan proses refleksi yang mereka lakukan untuk karya-karya tersebut benar-benar menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang besar dan akan senantiasa bertumbuh untuk menjadi sebaik-baiknya manusia,” papar Najelaa dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Siswa, Kenali Tokoh-tokoh Ilmuwan dalam Peradaban Islam

Berbagai karya yang diciptakan oleh murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong antara lain, bertemakan kesehatan mental, lingkungan, dan juga pengembangan game.

Tidak berorientasi nilai

Dirayanti Bungawardani, selaku Wali kelas, murid-murid diharapkan untuk membuat "kriteria sukses" mereka sendiri selain memenuhi standar teknis pengumpulan proyek laporan, presentasi, poster, dan produk. Jadi, tidak ada orientasi nilai tertentu.

“Tentunya ada hal-hal yang standar yang harus mereka unggah seperti laporan, presentasi, poster, dan produk. Namun, berhasil atau tidaknya proyek murid-murid itu ditentukan oleh proses refleksi yang kami hadirkan dalam setiap prosesnya, karena kami selalu menantang murid untuk melebihi kriteria sukses yang mereka buat,” jelas Dirayanti.

Proyek kulminasi kelas 9 Sekolah Cikal Serpong ini juga menjadi sarana menunjukkan gabungan kompetensi yang telah mereka dapatkan selama tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cikal merujuk pada visi Cikal yakni Kompetensi 5 Bintang Cikal.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

"Meskipun murid dalam keterbatasan belajar daring, namun kami berharap tidak akan ada hal yang membatasi kreativitas mereka dalam memberikan solusi permasalahan sosial. Melalui Culminating Project ini kami berharap murid dapat mengembangkan, bukan saja hanya dalam kemampuan praktik, tapi juga dalam kemampuan sikap, baik itu mandiri, komitmen, dan reflektif, peduli berorientasi pada aksi, dan kepemimpinan,” tambah dia.

Kompetensi yang murid-murid kembangkan dalam proyek ini, kata Dirayanti, dapat dikembangkan dan ditingkatkan saat mereka melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk menyelesaikan masalah di kehidupan bermasyarakat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.