Kompas.com - 07/05/2021, 20:00 WIB
The Design Thinking Playbook mengajak pembaca mengenal revolusi industri 4.0 DOK. Elex Media ComputindoThe Design Thinking Playbook mengajak pembaca mengenal revolusi industri 4.0

Penulis: Virgiona Elsandra Hidayah | Editor: Buku Elex Media Komputindo

KOMPAS.com - Tidak asing bukan, saat anda mendengar istilah “era 4.0” atau “revolusi industri 4.0”? Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan era revolusi industri 4.0 itu?

Jika mendengar penjelasan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dalam tahap revolusi industri yang keempat ini disrupsi teknologi digital semakin masif.

Sehingga menciptakan transformasi digital pada suatu perusahaan bukan lagi menjadi sesuatu yang bisa ditunda.

Seperti yang kita tahu, saat ini sudah semakin banyak perusahaan konvensional yang bertransformasi menjadi perusahaan berbasis digital. Jika suatu perusahaan tidak melakukan hal yang sama, bukan hal yang tidak mungkin apabila perusahaan tersebut akan habis tergerus perubahan zaman.

Baca juga: Beasiswa S1 Jepang 2022, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp 15 Juta Per Bulan

Lalu, apa saja yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk bisa bertahan di era revolusi industri 4.0 ini? Simak selengkapnya di bawah ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengubah mindset

Banyaknya perbedaan antara cara berpikir konvensional dengan cara berpikir digital, membuat pelaku bisnis di luar sana harus mampu untuk mengubah mindsetnya. Mindset baru harus diterapkan dalam bertransformasi di dunia digital agar bisa selalu menciptakan ide baru dan menerima berbagai masukan.

Dengan adanya perubahan mindset, suatu perusahaan akan lebih cepat untuk betransformasi dan beradaptasi di dunia digital.

Baca juga: Empat Cara Menjadi Kaya dengan Hidup Zero Waste

Memahami kebutuhan pengguna saat ini

Mengapa kita harus memahami kebutuhan pengguna saat ini? Bukankah sedari dulu suatu perusahaan sudah pasti memahami kebutuhan pengguna? Ya, Anda tidak salah.

Namun, pada poin ini lebih menekankan kebutuhan pengguna pada saat ini. Mengingat di era digital semuanya berubah, kebutuhan pengguna di era digital pun ikut berubah. Maka dari itu, penting bagi suatu perusahaan untuk memahami kebutuhan para pengguna di era digital ini.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X