Kompas.com - 08/05/2021, 15:00 WIB
Buku Her Name Is karya Cho Nam Joo menceritakan kisah para perempuan yang mendapat kekerasan seksual dan ketidakadilan selama menjadi perempuan. DOK. Bhuana SastraBuku Her Name Is karya Cho Nam Joo menceritakan kisah para perempuan yang mendapat kekerasan seksual dan ketidakadilan selama menjadi perempuan.


Penulis: Dian Rakhmawati Sumarsana (Editor Penerbit BIP)

KOMPAS.com - Kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan masih saja terjadi hingga sekarang. Padahal, banyak upaya agar angka kekerasan bisa terus turun.

Entah apa penyebab pastinya, namun penyebab paling utama bisa saja karena stereotip atau karena pandangan yang patriarki masih terus ada. Intinya menjadi perempuan sungguh sulit.

Perempuan hidup dalam kurungan ekspektasi dan lingkaran budaya yang mengharuskan mereka tidak bisa menjadi diri sendiri. Perempuan telanjur sulit mengekspresikan diri mereka dan sulit mengeluarkan suara mereka.

Baca juga: Overheard Jakarta, Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

Ketika mengenakan pakaian baik tertutup atau terbuka, selalu ada pandangan miring. Ketika memutuskan menjadi ibu bekerja atau ibu full time tetap ada komentar menyakitkan. Bahkan, tak jarang, komentar yang lebih pedas justru datang dari sesama perempuan.

Mungkin, sudah saatnya melawan kondisi ini dengan cara kreatif dan cara-cara brilian yang bisa mengubah cara pandang masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenal Cho Nam Joo, si penulis

Salah satu penulis yang mendukung emansipasi perempuan, adalah Cho Nam Joo. Karya-karyanya berpusat pada isu-isu perempuan. Cho Nam Joo mewawancarai perempuan dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda.

Kisah-kisah mereka mungkin tidak begitu “wah”, tetapi bisa mengharukan. Cho Nam Joo membagi kisah-kisah tersebut dalam bukunya yang berjudul “Her Name Is...”. Buku ini berisikan 27 kisah perjuangan perempuan yang “relate” dalam kehidupan kita.

Baca juga: Ponpes Kebon Jambu Al-Islamy, Cetak Ulama yang Memuliakan Perempuan

Her Name Is...

Kisah pertama dalam buku ini mengenai Sojin. Sojin harus berjuang karena pelecehan yang dilakukan kepala divisi di perusahaan tempat ia bekerja. Sojin melakukan banyak hal demi mendapatkan keadilan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X