Kompas.com - 11/05/2021, 12:17 WIB
Ilustrasi daging sapi KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANIlustrasi daging sapi

KOMPAS.com - Kepala HSC IPB University, yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Khaswar Syamsu mengatakan bahwa permintaan daging pada akhir Ramadhan biasanya akan meningkat, namun tidak diimbangi dengan supply.

Terjadinya gap antara pemintaan dan penawaran tersebut, lanjut dia, kerap menyebabkan harga daging cenderung naik.

Ia mengatakan, bukan tak mungkin ada oknum melakukan kecurangan mengoplos daging sapi dengan daging yang haram seperti babi atau celeng atau dengan menjual ayam tiren (ayam bangkai mati kemarin).

"Bukan hanya ayam tiren, ayam yang mati tanpa penyembelihan yang syar'i pun juga haram untuk dikonsumsi," ujar dia seperti dilansir dari laman IPB University, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

Untuk mewaspadai ini, ia mengatakan Halal Science Center IPB University mengadakan webinar. Para pakar mengupas cara mengidentifikasi dan mengetahui agar konsumen, khususnya umat Islam, bisa lebih teliti dalam memilih daging, baik daging sapi maupun ayam yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kriteria daging halal dalam Islam

Joko Hermanianto dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University menjelaskan beberapa kriteria daging halal dalam Islam.

"Yang halal itu banyak sedangkan yang tidak halal sedikit. Yang tidak halal yaitu bangkai, darah, babi, binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Semua hewan buas atau bertaring, menjijikkan, hewan yang dianjurkan dibunuh dan hewan yang dilarang dibunuh juga haram,” ujarnya.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Warna daging

Menurutnya daging oplosan itu sulit untuk dibedakan, perlu latihan yang mendalam untuk dapat membedakannya. Daging babi biasanya dilumuri dengan darah sapi supaya warnanya mirip daging sapi.

"Secara visual bisa dibedakan namun perlu latihan dan latihan. Paling tidak ada ciri utama yang perlu kita kenali. Pertama warna daging babi pucat sementara daging sapi lebih gelap karena konsentrasi mioglobin pada sapi tiga kali lipat dibanding babi. Tapi karena pucat, oleh pengoplos kadang dioplos dengan darah sapi,” jelasnya.

Serat daging

Berikutnya adalah pada seratnya, serat pada babi lebih lembut dibandingkan serat pada sapi yang lebih kasar. Kandungan lemak pada sapi cenderung kering dan baunya khas, sementara lemak pada babi cenderung meleleh dan aromanya juga khas. Ini ciri yang paling dominan, yang jika dilatih, kita bisa untuk membedakannya.

Baca juga: Biaya Kuliah S1 Jalur Mandiri PTN 2021: UI, UGM, ITB

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.