KILAS

Guru Besar UPI Ini Paparkan Model Komunikasi Efektif agar Anak Berpikir Kreatif

Kompas.com - 09/06/2021, 12:05 WIB
Guru Besar Ilmu Komunikasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Edi Suryadi, M.Si. DOK. Humas UPIGuru Besar Ilmu Komunikasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Edi Suryadi, M.Si.

KOMPAS.com – Guru Besar Ilmu Komunikasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Edi Suryadi, M.Si mengatakan, rendahnya mutu pendidikan merupakan produk dari sistem yang kurang dalam mengembangkan dimensi psikologis individu secara optimal.

“Dimensi psikologis yang kurang mendapat perhatian adalah kreativitas. Padahal, dimensi ini sangat dibutuhkan untuk melahirkan inovasi yang mengendap dalam manifestasi budaya,” ujar Edi dalam keterangan pers resminya, dikutip Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Menurut dia, jika kemampuan berpikir kreatif dipandang sebagai hal yang penting, sistem pendidikan Indonesia seharusnya bisa disusun sedemikian rupa untuk mengembangkan kualitas berpikir para peserta didik.

“Itu penting agar proses perkembangan kognitif dan intelegensi bisa memperoleh peluang secara optimal,” sebutnya.

Baca juga: Guru Besar UPI Jelaskan Peran Kebijakan dan Olahraga dalam Pembangunan

Ia menjelaskan, aktualisasi kemampuan berpikir kreatif merupakan hasil dari proses interaksi dan interdependensi antara faktor-faktor psikologis dan lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada dua lingkungan yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak, yakni keluarga dan sekolah," tuturnya.

Namun, dua lingkungan tersebut tentu memiliki beberapa faktor yang memudahkan dan menghambat perkembangan berpikir anak. Salah satunya adalah faktor komunikasi.

“Pertanyaan yang muncul menjadi, model komunikasi seperti apa yang harus dikembangkan oleh orangtua dan guru di lingkungannya, agar masing-masing dapat memecahkan rendahnya mutu pendidikan?” kata dia.

Penting diketahui, survei dari Political and Economic Risk Consultant (PERC) menyatakan bahwa kualitas dan mutu pendidikan Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia, tepat berada di bawah Vietnam.

Baca juga: Kajian Linguistik Forensik Bantu Kawal Demokratisasi di Ruang Digital

Ada pula survei dari Programme for International Student Assessment (PISA) pada Desember 2018 di Paris, Perancis, mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi ke-72 dari 77 negara dalam hal mutu pendidikan berkualitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.