Kompas.com - 07/08/2021, 10:55 WIB
Ilustrasi petani sedang memanen hasil pertaniannya. Dok. Pexels/Pat WhelenIlustrasi petani sedang memanen hasil pertaniannya.
|

KOMPAS.com - Salah satu tanaman yang dibudidayakan para petani di Indonesia adalah padi. Mendekati musim panen, para petani harus mencegah burung yang akan memakan bagian dalam padi.

Biasanya para petani menggunakan cara tradisional untuk mencegah burung memakan padi dengan membuat alat sederhana menggunakan kaleng dan tali.

Cara kerjanya juga masih manual dengan menarik senar agar kaleng mengeluarkan suara gaduh yang  bertujuan mengusir burung agar tidak mendekat.

Baca juga: Mahasiswa, Kenali 4 Hormon Bahagia dan Cara Meningkatkannya

Ciptakan alat pengusir burung tenaga surya

Namun alat tradisional ini memiliki kelemahan yakni petani harus menarik alat itu terus menerus. Pada saat petani tidak pergi ke sawah, tidak ada yang mengoperasikan alatnya.

Hal ini menginspirasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuat pengusir burung tenaga surya dengan cara kerja secara otomatis memanfaatkan energi matahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para mahasiswa yang terlibat dalam inovasi ini yakni Wolly Dwi Parma dan Chalik Nopa Saputra prodi Pendidikan Teknik Otomotif, Nadya Putri Kurniasari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Sintya Marissa prodi Pendidikan Teknik Sipil serta Sherly Hariyanti prodi Pendidikan Kimia.

Baca juga: Beasiswa Pelangi untuk Siswa SMA/SMK/MA Jabodetabek, Buruan Daftar

Menurut Wolly Dwi Parma, pembuatan alat ini berdasarkan keprihatinan atas kelelahan petani dalam mengusir burung menggunakan metode manual dengan kaleng dan tali.

"Petani cukup duduk tenang saat mengoperasikannya dan tidak perlu memindahkan alat ini secara manual sekaligus hemat energi," ujar Wolly seperti dikutip dari laman UNY, Jumat (6/8/2021).

Alat ini bisa bantu petani

Wolly menerangkan, alat ini dirancang untuk membantu para petani di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam memberantas hama burung dan menggunakan panel surya untuk menghasilkan energi baterai.

Chalik Nopa Saputra menambahkan, bahan yang dibutuhkan dalam membuat alat ini yaitu Arduino Uno, servo torsi, baterai, lonceng, panel surya dan adaptor.

Sementara itu, anggota tim lainnya Nadya Putri Kurniasari menjelaskan, perakitan alat ini diawali dari membuat script Arduino uno dengan pemograman proteus yang dibuat pada perangkat PC.

"Setelah script dibuat, upload sistem ke Arduino uno dengan menggunakan kabel data," terang Nadya.

Baca juga: Ditjen Dikti Buka Beasiswa Studi Doktor di Luar Negeri, Ini Syaratnya

Proses pembuatan selanjutnya membuat rangkaian kabel sesuai dengan posisi progam yang dibuat. Pasangkan kabel panel surya pada baterai. Daya baterai akan mengaktifkan Arduino uno yang diprogram juga akan membangkitkan daya pada servo.

Cara kerja alat pengusir burung

Sherly Hariyanti memaparkan cara kerja alat ini, yakni panel surya akan menangkap sinar matahari yang menjadi alat utama pengisian pada baterai sumber tegangan pada arduino dan servo.

"Ketika tombol on dinyalakan, arduino akan menggerakkan servo yang telah diprogram," imbuh Sherly.

Servo kemudian akan menggerakkan tali yang sudah terpasang pada sawah dengan diberi sebuah lonceng. Dari gerakan tali tersebut akan menghasilkan sebuah suara yang bisa membuat burung menjauh.

Alat ini membantu para petani agar mudah dalam mengusir hama burung dengan tidak memerlukan tenaga dan waktu berlebih.

Raih penghargaan

Sherly menambahkan, pembuatan alat ini membutuhkan dana sekitar Rp 2,6 juta dimana anggaran terbesar ada pada pembelian panel surya dan adaptornya.

Baca juga: Siswa, Pahami Risiko Penularan Covid-19 di Tempat Makan

Karya ini berhasil meraih penghargaan International Invention Competition for Young Moslem Scientists 2021 di Bandung belum lama ini. Hal ini juga sesuai dengan agenda pembangunan berkelanjutan UNY dalam bidang pendidikan berkualitas dan ketahanan pangan untuk mengakhiri kelaparan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.