Kompas.com - 06/08/2021, 19:00 WIB
Ilustrasi anak belajar SHUTTERSTOCKIlustrasi anak belajar

KOMPAS.com - Proses belajar daring di tengah pandemi Covid-19 bukanlah kondisi ideal bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Meski begitu, ada yang bisa dilakukan orangtua agar anak tetap mendapatkan hak untuk belajar.

Psikolog Cikal, Dini Rahmawati mengatakan ada beberapa strategi yang dapat diterapkan orangtua bisa membantu memotivasi anak berkebutuhan khusus untuk tetap semangat dalam proses belajar saat ini.

Diharapkan, sejumlah langkah ini dapat membangun semangat, komunikasi, dan motivasi dalam proses belajar daring bagi anak dengan kebutuhan khusus selama di rumah.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

1. Bangun kebiasaan belajar harian

Menurut Dini, langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua dengan anak berkebutuhan khusus ialah membuat jadwal khusus yang diprioritaskan untuk belajar membangun kebiasaan belajar setiap harinya.

“Jika anak ikut kelas daring, pastikan untuk melakukan rutinitas tertentu untuk menyiapkan anak. Misalnya, dibiasakan untuk mandi, menggunakan baju rapi, dan sarapan sebelum kelas online dimulai,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (6/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah membuat belajar sebagai kebiasaan harian, orangtua dapat menciptakan suasana rumah yang menyenangkan untuk belajar. Sehingga anak dapat menjalani proses belajar daring dengan lebih bermakna.

“Orang tua dapat menyiapkan ruangan atau pojokan dalam rumah yang dibuat dengan suasana yang nyaman untuk membantunya belajar. Tak perlu keluar biaya, bisa sekedar merapikan ruangan dan memindahkan semua perangkat belajar di suatu tempat agar mudah dijangkau,” tambah Dini yang juga merupakan tim akademik Cikal.

Baca juga: Psikolog: Cara Menilai Kesiapan Anak Berkebutuhan Khusus Bersekolah

2. Komunikasi erat dengan guru

Apabila orang tua dan anak menghadapi kendala dalam belajar, menurut Dini, orangtua dapat membangun komunikasi yang erat dengan guru atau pendidik yang memahami program, dan kebutuhan murid dengan kebutuhan khusus untuk melakukan konsultasi.

“Saat belajar di rumah orang tua diberi tanggung jawab untuk mendampingi anak belajar. Orang tua dapat berkomunikasi secara berkala dengan guru untuk memastikan bahwa anak berkembang sesuai dengan kemampuannya dan mendapat masukan mengenai cara yang baik untuk mendampingi sesuai kebutuhannya,” jelasnya.

Setelah membangun komunikasi dua arah, strategi terakhir adalah orang tua dapat membangun semangat dan memberikan dukungan yang kuat pada anak dengan kebutuhan khusus di rumah agar tetap termotivasi belajar.

“Selama proses pembelajaran di rumah, orang tua bisa mendampingi anak untuk memastikan anak memahami proses belajar yang dilakukan dan juga membangun semangat dengan ikut serta dalam mendampingi anak melakukan kegiatan sekolah serta menciptakan dukungan sosial yang bisa membantu anak untuk tetap termotivasi belajar,” ujarnya.

Baca juga: 10 Negara Paling Bersih dari Praktik Korupsi, Indonesia Urutan Berapa?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.