Kompas.com - 14/08/2021, 14:50 WIB
Seorang instruktur memegang angklung di aula pementasan yang kosong di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/1/2021). Pandemi membuat aktivitas bisnis pariwisata di Saung Angklung Udjo cukup terpuruk dengan hanya dikunjungi tak lebih dari 20 orang dalam sepekan, padahal saat kondisi normal mampu menarik hingga dua ribu orang per hari. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISeorang instruktur memegang angklung di aula pementasan yang kosong di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/1/2021). Pandemi membuat aktivitas bisnis pariwisata di Saung Angklung Udjo cukup terpuruk dengan hanya dikunjungi tak lebih dari 20 orang dalam sepekan, padahal saat kondisi normal mampu menarik hingga dua ribu orang per hari.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Indonesia memiliki beragam kebudayaan dan kesenian. Keberagaman budaya ini juga yang menyebabkan Indonesia selalu menarik di mata dunia.

Salah satu alat musik yang ada di Indonesia adalah angklung. Dilansir dari akun Instagram resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat, Sabtu (14/8/2021) menjelaskan beberapa fakta menarik tentang alat musik Angklung.

Angklung merupakan alat musik khas Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Bambu yang digunakan sebagai bahan angklung adalah bambu hitam dan bambu putih.

Kata angklung berasal dari dari bahasa Sunda yang terdiri dari dua suku kata, yaitu 'angkleung-angkleung' yang berarti diapung-apung dan 'klung'. Suara yang dihasilkan alat musik Angklung berbunyi seperti itu.

Baca juga: Adaro Energy Buka Lowongan Kerja Lulusan SMK-D3, Buruan Daftar

Dengan kata lain, angklung berarti suara 'klung' yang dihasilkan dengan cara mengangkat atau mengapung-apungkan alat musik tesebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara memainkan angklung

Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg yang diterbitkan tahun 1862 di Batavia menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pia bambu.

Bambu kemudian dipotong ujung-ujungnya menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasikan bunyi.

Baca juga: 4 Channel YouTube Ini Bahas Seputar Dunia Pendidikan

Alat musik ini dibunyikan dengan cara digoyangkan, bunyi disebabkan karena benturan badan pipa bambu.

Sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2,3 sampai 4 nada dalam setiap ukuran baik besar maupun kecil.

Fakta menarik

Angklung resmi diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda atau representative list of the intangible cultural heritage of humanity.

Baca juga: Orangtua, Ini 5 Cara Cegah Penularan Covid-19 pada Anak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.