Kompas.com - 17/09/2021, 13:59 WIB
Ilustrasi penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) yang disebabkan konsumsi garam berlebihan. SHUTTERSTOCK/NIKCOAIlustrasi penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) yang disebabkan konsumsi garam berlebihan.
|

KOMPAS.com - Saat ini, di Indonesia prevalensi hipertensi terus meningkat. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang kena hipertensi.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi hipertensi 25,8 persen dari populasi. Sedangkan pada Riskesdas 2018 meningkat menjadi 34,1 persen dari populasi.

"Hipertensi tidak terkontrol merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke," ujar Arif Setyo Upoyo, S.Kes., Ners., M.Kep., dikutip dari laman FK-KMK UGM saat menjalani ujian terbuka program Doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (14/9/2021) secara daring.

Baca juga: Ini Mesin Pemberi Pakan Ternak yang Efisien Karya Mahasiswa UGM

Menurutnya, tingginya prevalensi hipertensi tidak terkontrol menyebabkan risiko stroke meningkat sehingga diperlukan upaya pencegahan stroke.

Permasalahan yang dihadapi dalam pengendalian faktor risiko stroke meliputi pengetahuan yang tidak akurat, kepatuhan yang tidak optimal dan kesadaran risiko stroke yang kurang.

Penyebab hipertensi

Menurut Arif, faktor–faktor yang menyebabkan tidak terkontrolnya tekanan darah meliputi:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • usia
  • riwayat merokok
  • konsumsi garam berlebihan
  • aktivitas fisik kurang
  • konsumsi alkohol
  • obesitas

Serta ketidakpatuhan terhadap terapi dan penyakit sekunder antara lain diabetes, hiperkolesterol, miokard infark serta penyakit ginjal.

Akan tetapi, dari sekian penyebab tersebut, Arif menekankan bahwa kurangnya pengetahuan tentang hipertensi yang adekuat bisa menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pasien.

Mengutip dari Malik et al. (2014) dirinya menyebutkan bahwa sebanyak 35,5 persen adalah pasien dengan permasalahan tersebut.

Baca juga: RSA UGM: Segini Lho Asupan Cairan Normal Tubuh Setiap Hari

Kegiatan pengelolaan penyakit kronis di Indonesia dilakukan secara individu dan kelompok baik secara swadaya maupun kerjasama lintas sektoral.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.