Kompas.com - 02/10/2021, 15:47 WIB
Inovasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (BEM FTIRS) ITS berupa sinar ultraviolet C (UVC) yang berfungsi dalam desinfeksi dan sterilisasi. Tangkap layar laman ITSInovasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (BEM FTIRS) ITS berupa sinar ultraviolet C (UVC) yang berfungsi dalam desinfeksi dan sterilisasi.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, sivitas akademika terus berupaya membuat berbagai inovasi untuk membantu penanganan kondisi ini.

Mulai dari inovasi berupa pembuatan imunomodulator, suplemen, alat deteksi screening virus corona hingga pengembangan vaksin Covid-19.

Inovasi yang bertujuan mengurangi penularan Covid-19 juga dilakukan perguruan tinggi. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (BEM FTIRS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berpartisipasi membuat inovasi yang berfungsi mencegah penularan Covid-19.

Mereka mengenalkan sinar ultraviolet C (UV C) yang bertujuan untuk desinfeksi dan sterilisasi masker, barang-barang keperluan sehari-hari. Inovasi ini juga bisa berfungsi di ruang isolasi pasien Covid-19.

Baca juga: SMA Terbaik di DIY Berdasarkan Rerata Nilai UTBK 2021

Sinar UVC efektif bunuh mikroorganisme

Staf Balai Pengembangan Instrumentasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BPI LIPI) Irwan Purnama menjelaskan, jika sinar UVC memiliki kemampuan yang bagus dalam membunuh mikroorganisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak penelitian menyebutkan, sinar dengan panjang gelombang 200 hingga 288 nanometer ini terbukti bisa membunuh virus corona.

"Penelitian terbaru menyebutkan jika sinar UVC ini bisa membuat virus SARS-CoV-2 tidak aktif," kata Irwan dalam webinar bertajuk Red Forecast seperti dikutip dari laman ITS, Sabtu (2/10/2021).

Irwan menjelaskan, sinar UVC akan mengacaukan basa DNA terutama basa timin pada mikroorganisme. Menurut dia, penyerapan sinar ini akan membentuk dimer timin yang jika terbentuk dalam jumlah yang banyak akan menonaktifkan untai DNA.

"Dengan begitu, replikasi DNA akan terganggu sehingga virus lama kelamaan akan tidak aktif atau mati,” imbuhnya.

Baca juga: Universitas dengan Peserta Terbanyak, 124 Tim UGM Lolos PIMNAS 2021

ITS kembangkan purwarupa Mask Sterilizer Box

Pemanfaatan sinar UVC ini berhasil dilakukan oleh tim Aptek BEM FTIRS dengan mengembangkan purwarupa Mask Sterilizer Box.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.