Kompas.com - 14/10/2021, 10:46 WIB
Guru TK Al-Hidayah, Dina sedang mengajar siswa-siswinya. DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSANGuru TK Al-Hidayah, Dina sedang mengajar siswa-siswinya.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Bisa dibilang, banyak guru di Indonesia memperoleh gaji tidak besar. Tapi, mereka memiliki tujuan utama, yakni memperoleh ladang pahala di akhirat.

Hal itu tercermin dari banyaknya guru di kota-kota besar Indonesia yang memperoleh gaji sebesar Rp 400 ribu per bulan.

Baca juga: Sosok Ayah Fatin Shidqia, 26 Tahun Jadi Guru di Dunia Pendidikan

Namun, mereka tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

Dengan rasa syukur itu, membuat kebutuhan hidup seharinya terasa cukup.

Salah satu guru yang selalu bersyukur atas gaji yang didapat, yakni Ibu Dina.

Dia adalah seorang guru TK Al-Hidayah di daerah Tangerang Selatan, Banten.

Saat Kompas.com mengunjungi TK Al-Hidayah, Dina mengaku menjadi guru TK sudah selama 21 tahun. Tepatnya, sejak tahun 2000.

Dia memilih menjadi guru TK, karena panggilan hati.

Sebab, dia sangat menyukai anak-anak kecil yang masih suci dari dosa.

"Kalau saya ditengah anak-anak, serasa beban hidup yang ada di saya hilang. Saya bisa selalu tertawa dengan anak-anak, dan kalau melihat mereka tuh rasanya senang sekali," ucap Dina kepada Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Dina menyatakan, mengajar siswa dan siswi TK sangat menyenangkan, tapi tetap ada tantangan yang dipikulnya setiap hari.

Baca juga: 1 Mahasiswa Unesa Borong 4 Medali Emas di PON XX Papua 2021

"Tantangannya, saya harus bisa lebih sabar, karena harus bisa menyelami keadaan anak-anak dari mood mereka, kebiasaan-kebiasaan mereka, dari apa yang mereka inginkan," jelas wanita kelahiran Jakarta tahun 1979.

Menjadi guru, selain memperoleh rezeki di dunia, tapi dapat pula pahala di akhirat.

Itu karena ilmu yang diajarkan kepada anak-anak bisa digunakan mereka sampai besar.

"Jadi saya mengajarkan pelajaran, doa, surat-surat Al-Quran, bacaan shalat, bacaan doa harian, maka setidaknya bisa memperoleh pahala, karena mereka akan praktikkan mulai dari kecil sampai besar," tegas dia.

Siswa dan siswi TK Al-Hidayah, Tangerang Selatan, ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan 17 Agustus 2021.DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSAN Siswa dan siswi TK Al-Hidayah, Tangerang Selatan, ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan 17 Agustus 2021.

Karakteristik anak-anak TK

Terkait karakteristik anak-anak TK, sambung dia, itu bermacam-macam. Ada yang pemalu, berani, dan polos.

Dengan banyaknya karakteristik itu, membuat banyak guru tertawa dan bahagia.

"Jadi macam-macam yah, tahu-tahu mereka ngambek, kita harus hadapi. Apalagi kalau kita dihadapkan dengan anak yang punya berkebutuhan khusus, seperti autis dan sangat aktif, maka harus lebih ekstra menghadapinya. Tapi, pada akhirnya kita akan senang, karena kita berhasil menghadapinya," ujarnya.

Baca juga: Pakar Unair: Penerapan Integrasi NIK dengan NPWP Perlu Dikaji

Sama halnya dengan Dina, guru TK bernama Dian ini mempunyai pandangan yang sama menjadi guru.

Saat menjadi guru, nantinya akan memperoleh rezeki di dunia dan amal pahala di akhirat. Hal itu diperoleh dari ilmu yang diajarkan kepada anak-anak.

"Jadi itu, makanya saya menjadi guru. Karena panggilan hati dan hobi, serta memang tujuannya untuk akhirat kelak," terang Dian yang juga guru di TK Al-Hidayah.

Apalagi guru terkenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi memang spesial sekali menjadi guru.

"Jika negara tidak ada pendidik seperti saya menjadi guru TK, mau dibawa ke mana calon generasi penerus bangsa. Jadi saya lebih berpikir ke situ, agar generasi bangsa terus memiliki ilmu sejak dini," terang Dian.

Siswa dan siswi TK Al-Hidayah sedang mendengarkan guru yang lagi memberikan pelajaran.DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSAN Siswa dan siswi TK Al-Hidayah sedang mendengarkan guru yang lagi memberikan pelajaran.

Pembelajaran anak-anak TK

Kebanyakan, sebut Dian, anak-anak TK lebih diutamakan mengenal adab dan akademis secara sederhana.

Dengan mengenal adab sejak kecil, maka akhlaknya akan terbentuk dengan baik.

Baca juga: Pakar Unpad: Hati-hati Pinjol Bisa Jadi Bom Waktu Menakutkan

"Ketika tidak ada adab, itu yang ditakutkan, apalagi kita juga seorang orangtua yang punya tanggung jawab besar ke anak-anak. Jadi mengajarkan adab itu penting," tukas guru TK yang sudah mengabdi 14 tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.