Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/10/2021, 14:24 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Melakukan perencanaan karier sejak dini menjadi hal penting yang perlu dilakukan mahasiswa untuk menyiapkan masa depannya.

Di samping fokus melakukan kegiatan akademis, perencanaan karier juga menjadi penting agar nantinya setelah lulus mereka tidak mengalami kebingungan harus melakukan apa.

Baca juga: Sekolah Terbaik Bandung, Surabaya, dan Semarang Versi Nilai UTBK 2021

Tidak adanya perencanaan dan tujuan karier yang jelas, menurut Founder dan CEO Psytalk Lestri Kusumah, bisa memunculkan beberapa dampak negatif, bahkan bisa membuat seseorang mengalami quarter life crisis.

Quarter life crisis merupakan istilah yang merujuk pada keadaan emosional seperti kekhawatiran, keraguan, dan kebingungan untuk menentukan arah hidup yang biasanya terjadi pada rentan usia antara 20 hingga 30 tahun.

"Meskipun hampir semua orang mengalami quarter life crisis, namun dengan adanya perencanaan karier yang jelas sejak awal setidaknya hal itu bisa tercegah dengan baik," kata dia melansir laman Unair, Kamis (14/10/2021).

Dampak negatif tidak punya perencanaan karier

Lestri menyebutkan, ada lima dampak negatif ketika seseorang tidak memiliki perencanaan karir yang baik dalam hidupnya.

Pertama, seseorang akan mengalami kebingungan harus melakukan apa usai melakukan perayaan kelulusan.

Terlebih lagi, tidak semua mahasiswa merasa jurusan kuliah yang diambil adalah sesuai dengan passion-nya.

Kebingungan tersebut akhirnya bisa memunculkan rasa cemas (anxiety).

"Kecemasan yang dimaksud adalah dia cemas apakah pekerjaan yang diambil saat ini cocok dengan dirinya atau tidak, jenjang karir kedepannya nanti bagus atau bahkan sebaliknya," ucap dia.

Baca juga: Pakar Unair: Penerapan Integrasi NIK dengan NPWP Perlu Dikaji

Kedua, terjadinya pilihan untuk menyerah (give up).

Menurut dia, ketika seseorang merasa tidak nyaman dan memiliki tekanan tersendiri saat menjalankan pekerjaan, maka dia akan mudah untuk menyerah.

Ketiga, kondisi itu bisa berakibat pada kesehatan mental dan terjadi burnout atau kondisi stress yang berlarut-larut dan hilangnya motivasi di dalam dirinya.

"Nah, yang bahaya setelah burnout ini adalah dia akan resign dari pekerjaannya. Lalu setelah itu dia akan kebingungan lagi harus ngapain, tidak ada lagi motivasi di dalam dirinya, yang ada justru stres," sebut dia.

Cara menentukan pilihan karier

Untuk mencegah beberapa dampak negatif, Lestri menuturkan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menentukan karier apa yang cocok dan menjadi tujuan ke depannya.

Pertama, seseorang harus mengetahui apa yang dia mau atau inginkan.

Keinginan tersebut, menurut dia, sifatnya adalah dinamis sehingga seiring berjalannya waktu bisa berubah-ubah.

Setelah mengetahui apa yang kita inginkan, langkah selanjutnya adalah melakukan apa yang kita mampu.

Artinya, kita bisa mengikuti magang, volunteer, atau bahkan tes minat dan bakat untuk mempersiapkan diri sebelum meraih tujuan di awal tadi.

Baca juga: 15 Sekolah Terbaik di Jawa Tengah Berdasarkan Nilai UTBK 2021

"Dengan melakukan magang dan kegiatan serupa, kalian bisa memahami oh ternyata dunia ini memang sesuai dengan passion atau tidak. Setelah menemukan passion, maka kalian akan dengan mudah menyusun perencana karier yang tepat," tuturnya sambil mengakhiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+