Kompas.com - 30/10/2021, 16:40 WIB

KOMPAS.com - Manusia merupakan makhluk sosial yang kesehariannya tidak lepas dari proses komunikasi. Komunikasi menjadi basis interaksi manusia dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan profesi gelandangan.

Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Syaiful Rohim, melakukan penelitian mengenai perilaku komunikasi gelandangan pada hubungan interpersonal.

Penelitian bertajuk “Vagrants’ Communication Behavior in Interpersonal Relations in Jakarta” itu meneliti gelandangan di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Syaiful Rohim mengatakan, sampel yang diambil untuk penelitian ini yaitu sepuluh gelandangan yang ada di beberapa tempat di Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Tangerang, Bogor, dan Bekasi.

Penelitian, kata dia, dilakukan dengan melakukan pengamatan dan wawancara.

Dia menjelaskan, data yang didapat dari pengamatan dan wawancara kemudian dianalisis menggunakan teori Johari Window untuk menjelaskan kerangka yang mendasari para gelandangan melakukan komunikasi interpersonal dan intrapersonal.

“Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa para gelandangan melakukan komunikasi dengan membagi diri ke dalam daerah terbuka dan tertutup,” ujar Syaiful, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Penelitian Mahasiswa UGM: Jerami Padi Potensial sebagai Obat Antijamur

Melalui penelitiannya, Syaiful pun menemukan fakta bahwa gelandangan berkomunikasi dengan mekanisme manajemen kesan yang dibuat untuk mengelola dan mengatur berperilaku dalam komunikasi interpersonal dan hubungan dengan orang lain.

Hal itu sebagai bentuk adaptasi dan upaya menjaga harmoni dalam interaksi sosial dan komunikasi.

Dosen Uhamka Syaiful Rohim melakukan penelitian mengenai perilaku komunikasi gelandangan pada hubungan interpersonal.DOK. UHAMKA Dosen Uhamka Syaiful Rohim melakukan penelitian mengenai perilaku komunikasi gelandangan pada hubungan interpersonal.
“Sehingga, dapat disimpulkan, gelandangan sebagai bagian dari sistem dan struktur sosial masyarakat, punya tradisi dan budaya yang perlu dihargai, diperhatikan, dan dipertimbangkan seluruh cara dan aktivitas sosial dan komunikasinya,” ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.