Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yuk Intip Model Pembelajaran di Singapura

Kompas.com - 14/11/2021, 06:50 WIB
Mahar Prastiwi,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Singapura merupakan salah satu negara tetangga paling dekat dengan Indonesia. Namun demikian, sistem pendidikan di Singapura bisa dibilang berhasil dan patut diacungi jempol. 

Kualitas pendidikan di Singapura ini bisa dilihat dari hasil pemeringkatan lembaga internasional yang menyebut universitas di negara tersebut mendapat peringkat bagus. 

Sebagai contoh, Universitas Nasional Singapura berhasil menduduki peringkat tertinggi sebagai universitas terbaik se-Asia bahkan masuk dalam top universitas di dunia.

Negara kecil ini juga menjadi salah satu negara maju yang berperan dalam perkembangan ekonomi industri modern.

Sistem pendidikan Singapura mencuri perhatian dunia karena dianggap memiliki model pembelajaran terbaik secara global.

Baca juga: Pakar UGM Bagikan 4 Cara Menjaga Jantung Tetap Sehat

Merangkum dari laman konsultan pendidikan di luar negeri Ican Education, Sabtu (13/11/2021), sejak awal perkembangan Singapura, pemerintah terus memperhatikan bidang pendidikan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi.

Bermula dari adanya siswa berprestasi tinggi pada tingkat internasional dalam program OECD terkait Penilaian Siswa Internasional, atau terkenal dengan istilah PISA.

Model pembelajaran di Singapura

Perlu diketahui juga bahwa Singapura juga masuk dalam daftar negara top dunia dalam bidang matematika, sains. Sehingga negara Singapura sejajar dengan negara lain seperti Kanada, Finlandia, Irlandia, dan Estonia. Dalam model pembelajarannya, Singapura tidak lepas dari hal-hal positif berikut ini:

1. Pendidikan adalah ekosistem

Setelah merdeka dari Inggris, Singapura masuk dalam deretan negara terkaya. Bahkan kekayaannya mengungguli beberapa negara di Asia, Amerika utara, dan Eropa. Sehingga layak menjadikan Singapura sebagai pemimpin sektor pendidikan.

Baca juga: 5 Prospek Kerja Jurusan Komputerisasi Akuntansi

Hal ini karena Singapura memilih pendidikan sebagai ekosistem yang berkembang, menerapkan reformasi efektif pada sistem dari atas sampai ke bawah secara total. Sehingga masyarakat juga bisa merasakan perubahan masif tersebut.

Contohnya, Singapura mendorong terwujudnya meritokrasi sebagai bagian dari reformasi sistem pendidikan untuk membangun negara.

Reformasi yang terjadi contohnya 'Sekolah Berpikir, Bangsa Belajar' menghasilkan pelajar Singapura yang kreatif, inovatif, dan didukung sekolah yang terus melakukan reformasi agar bisa memenuhi standar internasional.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

2. Kurikulum sekolah dengan skill problem solving

Sistem pendidikan Singapura menghasilkan para pelajar yang sangat menyukai pekerjaan, melakukan proyek, atau juga berpikir kreatif. Setiap kelasnya menyediakan pembelajaran agar dapat memberikan bekal berupa keterampilan dan wawasan memecahkan masalah pada setiap mata pelajaran.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau