Kompas.com - 25/11/2021, 08:00 WIB
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Khanha Shandhika meraih juara Pinilih I kategori dalang dalam ajang Binojakrama Padalangan 2021. Tangkap layar laman UnpadMahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Khanha Shandhika meraih juara Pinilih I kategori dalang dalam ajang Binojakrama Padalangan 2021.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Sebagai generasi muda bangsa, sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia. Hal ini penting dilakukan agar kekayaan budaya Indonesia tidak diakui oleh negara lain.

Misalnya saja batik, angklung, wayang, reog hingga kuda lumping pernah diklaim menjadi kebudayaan asli negara Malaysia.

Generasi muda di Indonesia mungkin perlu mencontoh prestasi yang diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Khanha Shandhika.

Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Khanha menjadi peserta termuda pada Binojakrama Padalangan 2021.

Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini Rekomendasi Jurusan Kuliah Berdasarkan MBTI

Dalam termuda

Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi tersebut tampil sebagai perwakilan Kabupaten Bandung. Dia berhasil meraih juara Pinilih I kategori dalang dalam ajang Binojakrama Padalangan 2021. Sebagai peraih juara pertama, Khanha juga berhak memboyong piala bergilir Bokor Emas Astagina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Alhamdulillah saya juga sebagai dalang termuda yang mendapat juara I sepanjang sejarah Binojakrama," terang Khanha seperti dikutip dari laman Unpad, Rabu (24/11/2021).

Khanha menerangkan, pada ajang tersebut, setiap peserta diminta untuk tampil selama satu jam membawakan galur carita wayang. Khanha tampil dengan membawa lakon 'Karna Tanding'.

"Karena lakon ‘Karna Tanding’ memuat dramatisasi yang tinggi, pengolahan cerita yang sangat kaya. Yang pertama untuk melatih kemampuan dalam penjiwaan tokoh wayang, yang kedua memang lakon ini ibarat jantungnya cerita Mahabharata – Baratayuda," beber Khanha.

Baca juga: Dirjen Vokasi: Soft Skill dan Karakter Penting di Dunia Industri

Lahir dari keluarga dalang

Khanha mengaku, dunia pedalangan memang bukan hal baru baginya. Sejak usia tiga tahun, Khanha sudah diperkenalkan dengan wayang golek. Keluarga besarnya banyak yang berprofesi sebagai dalang dan seniman Sunda.

Selama ini, ia banyak mendapat pelatihan dari kakak dan pamannya yang juga dalang. Khanha merupakan cucu dari salah seorang maestro dalang di Indonesia yakni alm. Ade Kosasih Sunarya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.