Kompas.com - 29/11/2021, 11:11 WIB
Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tangkap layar laman ITSGedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
|

Lebih lanjut, Hsi menjelaskan beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mendukung daya desorpsi karbon, seperti:

1. steam regeneration

2. electrothermal swing system

3. microwave swing adsorption

"Pemilihan teknik yang tepat dan efektif akan mempengaruhi kembalinya fungsi karbon seperti semula," terangnya.

Hsi menyatakan bahwa berbagai upaya untuk mengurangi VOC melalui teknologi terkini harus terus diteliti dan diterapkan.

Baca juga: Mahasiswa Undip Inovasi Sabun Antiseptik Covid-19 dari Ampas Teh

Bersama pemerintah Taiwan, kini dirinya terus berupaya mengembangkan metode-metode terkait adsorben karbon yang bisa mengurangi polutan VOC.

"Semoga ke depannya, Indonesia dengan industri fosilnya yang masif bisa bersama-sama memerangi VOC, salah satunya dengan pertukaran ilmu seperti ini," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.