Kompas.com - 11/12/2021, 12:44 WIB
|

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi berubah sangat cepat. Bahkan anak-anak bisa mengakses teknologi hanya dengan ponsel pintar. Tentu semua ada plus dan minusnya.

Sisi negatif, anak-anak bisa mengakses konten yang tidak sesuai umurnya. Maka dapat menyebabkan tindak kekerasan fisik atau kekerasan seksual. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya sejak dini.

Guna mewujudukan generasi berkualitas dan terbebas dari kekerasan seksual dan stunting, remaja dan calon pengantin perlu dibekali pemahaman kesiapan menikah dan kehidupan berkeluarga.

Baca juga: IPB Jaga Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Mandangin Madura

Setidaknya pemahaman mengenali kesehatan reproduksi dan memahami pentingnya nutrisi untuk mencegah stunting.

Menurut Dr. Tin Herawati, dosen IPB University dari Fakultas Ekologi Manusia, jumlah penduduk Indonesia paling banyak saat ini merupakan Generasi Z.

"Satu dari empat penduduk Indonesia adalah remaja, sehingga perlu persiapan pernikahan dengan baik. Hal ini menjadi kunci agar terhindar dari pernikahan anak," ujarnya dikutip dari laman IPB, Jumat (10/12/2021).

Dikatakan, isu dan kasus pernikahan anak semakin meningkat di masa pandemi. Bahkan, banyak anak muda yang mengajukan pernikahan anak dan meminta keringanan prasyarat.

"Usia pernikahan anak didominasi oleh usia sekolah menengah pertama dan menengah atas," terangnya.

Dampak pernikahan anak, kata Dr. Tin, akan sangat mengkhawatirkan. Ia mengaku, pasangan pernikahan muda lebih rentan menjadi korban kekerasan dan melahirkan anak yang stunting.

Tidak hanya itu, emosi anak muda yang belum stabil dapat menyebabkan kekerasan baik fisik maupun verbal.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.