Kompas.com - 04/01/2022, 14:19 WIB
|

KOMPAS.com - Sampai saat ini, sampah masih menjadi masalah bersama. Apalagi sampah plastik yang sulit terurai. Karena itu, butuh kesadaran bersama agar sampah berkurang.

Berdasarkan jenisnya, sampah sendiri dibedakan menjadi 2 bagian yaitu sampah organik yang merupakan sampah yang dapat terurai dan terdekomposisi dengan bantuan mikro organisme.

Sedangkan sampah anorganik yang merupakan sampah yang tidak dapat terurai secara alamiah. Masalah sampah di perkotaan merupakan isu yang hingga kini masih dianggap sangat penting untuk dikaji tentang penyelesaiannya.

Baca juga: Seminar UNY: Ini Peran Penting Ibu dalam Keluarga dan Masyarakat

Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu teknologi yang dapat membantu masyarakat dalam mengelola sampah khususnya sampah plastik agar dapat menjadi barang layak guna dan memiliki daya jual.

Sampah plastik jadi produk bernilai

Terkait hal itu, tim UKMF Matriks Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat program pembinaan dan pemberdayaan warga desa pemukiman sampah di Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Sleman, DIY, dalam pengolahan sampah plastik menjadi barang layak guna bernilai ekonomis.

Tim ini terdiri dari Ketua Hilal Fahrul Hamam dengan anggota Muhanmad Ikhsan Ardi H., Dira Tri Puspita, Andika Wicaksana, Jairus Asher Purdy, Hanif Nur Hidayat, Fitriana Kusumawardani.

Serta Panji Tri Asmoro, Muhammad Imam N. H, Prayoga Farentya Zekha, Dimas Kurniawan, Sandra Austin, Dimas Ari Saputra, Nugroho Suryo Pambudi dan Hafidz Nur Ihsa A.

Menurut Hilal Fahrul Hamam, mereka memilih Kledokan Caturtunggal karena banyak masyarakat yang tinggal di daerah tersebut menjadi seorang pemulung sampah dan menjadikan ini sebagai mata pencaharian utama.

Baca juga: Mahasiswa UNY Inovasi Infused Water dari Rempah, Buah dan Sayur

"Masalah yang dihadapi oleh masyarakat Kledokan adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah plastik dengan baik dan benar," ujarnya seperti dikutip dari laman UNY, Selasa (4/1/2022).

Maka, warga didorong agar sampah plastik menjadi produk dan jasa kreatif yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.