Kompas.com - 07/02/2022, 11:19 WIB

KOMPAS.com - Tak hanya berupaya menjaga kesehatan tubuh agar mampu melawan virus, di tengah pandemi, tantangan yang juga kerap dihadapi orangtua ialah berupaya menahan emosi, terutama saat harus menemani anak sekolah daring sekaligus menyelesaikan pekerjaan.

Istilah "parental burnout" pun menjadi lebih lekat di masyarakat di masa pandemi. Orangtua yang bekerja dari rumah kini harus lebih siap membagi waktu dengan anak sambil bekerja. Tanpa sadar, membuat emosi orang tua menjadi lebih rapuh dan mudah marah.

Pendidik Rumah Main Cikal, Christopora Intan Himawan Putri menjelaskan bahwa tekanan menjadi pemantik utama orangtua mengalami parental burnout.

Baca juga: 7 Tanda Anak Cerdas dan Berpotensi Punya IQ Tinggi

Dilema menyelesaikan pekerjaan dan bersama anak

Intan menuturkan bahwa parental burnout dapat membuat emosi orangtua menjadi lebih rapuh dikarenakan adanya dua hal yang harus dikerjakan bersamaan setiap harinya.

“Parental Burnout dapat terjadi ketika orang tua yang memiliki ekspektasi untuk menyelesaikan semua tugas atau pekerjaan agar bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak, tetapi tidak dapat terpenuhi,” ucap Intan dalam keterangan tertulis.

Intan juga memberikan gambaran pemicu lainnya yang membuat orangtua merasakan parental burnout.

“Ketika anak membutuhkan orang tua namun tidak ada timbal balik maka ia akan mencari perhatian. Pemicu kecil seperti mencari perhatian ini akan menguras emosi orang tua yang sedang dalam tekanan. Terbawa secara emosional inilah yang membuat parental burnout terjadi,” paparnya.

Baca juga: 5 Ciri Orang Cerdas Bukan Hanya Dilihat dari IQ, Kamu Punya Ciri-cirinya?

Tips mengatasi parental burnout

Intan pun memberikan beberapa cara untuk mengatasi parental burnout, yakni:

1. Bertukar peran sejenak dengan pasangan

Sebagai orangtua, Papa dan Mama dapat memberi jeda pada diri sendiri dan menyadari bahwa saat ini Papa atau Mama sedang dalam kondisi yang tidak nyaman.

Oleh karena itu, Papa atau Mama dapat saling meminta tolong pasangan atau anggota keluarga lain untuk mengambil alih peran selagi kita sedang dalam masa jeda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.