Kompas.com - 23/02/2022, 11:58 WIB

KOMPAS.com- Belakangan ini minyak goreng langka di pasaran. Bahkan sempat ada video viral sejumlah ibu-ibu saling berebut minyak goreng di Baubau, Sulawesi Tenggara.

Tak bisa dipungkiri minyak goreng menjadi kebutuhan utama untuk memasak makanan bagi keluarga maupun untuk kepentingan usaha.

Meski langka di pasaran, namun masyarakat tetap harus memperhatikan penggunaan minyak goreng.

Pasalnya penggunaan minyak goreng secara berulang selain mempengaruhi citarasa makanan juga sangat tidak bagus untuk kesehatan tubuh.

Baca juga: Adaro Energy Buka Lowongan Kerja D3/S1 Fresh Graduate, Yuk Daftar

Minyak goreng baiknya digunakan 2 kali

Peneliti sekaligus dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Vella Rohmayani menjelaskan, penggunaan minyak goreng baiknya hanya digunakan dua kali.

Dia mengungkapkan, jika dipakai berulang bukan hanya akan mengubah rasa makanan tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

"Berdasarkan hasil penelitian kadar asam lemak yang terkandung dalam minyak goreng yang sudah dipakai lebih dari 2 kali melebihi ambang batas normal yaitu sebesar 0,30 persen," terang Vella seperti dikutip dari laman UM Surabaya, Rabu (23/2/2022).

Vella menegaskan, minyak goreng yang dipakai berkali-kali juga dapat mempengaruhi kualitas serta nilai gizi pada makanan dan dapat menyebabkan terjadinya oksidasi.

Baca juga: Kuliah Tamu ITS: Sandi Bisa Diretas, Biometrik Solusi Keamanan Digital

Menurutnya, reaksi oksidasi yang terjadi pada minyak goreng dapat membuat warna makanan kurang menarik, berbau tengik dan rasanya tidak enak.

Reaksi oksidasi picu terbentuknya radikal bebas

Selain itu juga dapat menyebakan terjadinya kerusakan beberapa vitamin dan asam lemak esensial yang terkandung di dalam minyak.

"Selain itu reaksi oksidasi, juga dapat memicu terbentuknya radikal bebas yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel dan jaringan tubuh ketika kita mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak goreng bekas," imbuhnya.

Vella mengingatkan masyarakat untuk lebih mewaspadai bahaya penggunaan minyak goreng secara berkali-kali. Dia menekankan kebiasaan ini menggunakan minyak goreng berulang kali memungkinkan menjadi lahan tumbuhnya bakteri, virus maupun penyakit berbahaya seperti kanker, tumor dan penyakit degeneratif lainnya.

Minyak goreng berwarna hitam tinggi asam lemak trans

Vella menambahkan, selain itu jug terdapat ancaman risiko kolestrol pada minyak yang digunakan berulang juga sangat tinggi.

Baca juga: Dosen UM Surabaya: Bahaya Toxic Parenting terhadap Tumbuh Kembang Anak

Selain itu juga terdapat kandungan asam lemak trans dalam minyak yang biasa ditandai dengan perubahan warna minyak menjadi cenderung menghitam.

"Semakin warnanya pekat dan menghitam, maka semakin tinggi kandungan asam lemak transnya. Lebih baik gunakan hanya satu kali, jangan berulang-ulang. Apalagi sampai warnanya menghitam," tegas Vella.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.