Kompas.com - 30/03/2022, 13:09 WIB

KOMPAS.com - Belakangan ini topik soal profesor gadungan jadi perbicangan hangat di tengah masyarakat.

Hal ini makin mencuat setelah adanya pemberitaan profesor gadungan yang ditujukan kepada salah satu rektor perguruan tinggi swasta di Jakarta berinisial MU.

Hal itu bermula ketika MU dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh salah satu direktur pascasarjana dari sebuah institut di Sumatra Utara pada tanggal 24 Januari 2022 silam. Pelapor menuding MU mendapatkan gelar profesor secara tidak sah.

MU yang kini berstatus sebagai terlapor disangkakan Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 69 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Jo. Pasal 28 ayat (7) pada pasal 93 UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Saat ini MU juga sudah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (28/3/2022).

Baca juga: 3 Siswa Raih Golden Ticket ITS Jalur SNMPTN 2022, Intip Prestasinya

Tanggapan Ketua MRPTNI terkait profesor gadungan

Hal ini pun mendapat perhatian Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho pun buka suara soal ramainya pemberitaan tentang profesor gadungan.

Prof. Jamal mengatakan, sah atau tidaknya gelar profesor yang diterima MU harus dilihat dulu secara normatif. Artinya, penetapan profesor harus sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI yang berlaku.

"Jadi kita lihat case per case. Kalau saya ya harus lihat SK-nya dulu seperti apa? Kalau SK-nya dari Pak Menteri, saya yakin itu legal," terang Prof. Jamal seperti dikutip dari laman UNS, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: SNMPTN 2022: Cek Daftar 20 PTN Penerima Peserta KIP Kuliah Terbanyak

Gelar profesor tidak diberikan secara asal-asalan

Prof. Jamal menekankan, gelar profesor yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang tidak bisa dilakukan asal-asalan. Sebab, penetapan gelar profesor memiliki tahapan dan dasar hukum yang baku.

Ia menerangkan, gelar profesor bisa diberikan melalui dua cara. Yakni melalui jalur akademik Gelar profesor bisa diberikan kepada dosen dan bagi setiap orang dari kalangan nonakademik yang memiliki kompetensi luar biasa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.