Kompas.com - 26/08/2022, 09:01 WIB
|

KOMPAS.com - Usai Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, masih ada upaya dari Belanda untuk kembali ke tanah air Indonesia.

Karena itu, rakyat terus berupaya untuk mempertahankan kemerdekaan. Tak hanya sebatas perjuangan angkat senjata saja, tetapi juga ada upaya dari tokoh-tokoh untuk bernegosiasi.

Para negosiator itu kemudian mengadakan suatu perundingan atau perjanjian. Salah satunya ialah perjanjian Linggarjati.

Bagi siswa yang sedang belajar sejarah terutama sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia, berikut ini penjelasan terkait perjanjian Linggarjati.

Baca juga: Kisah Ktut Tantri Wanita Bule yang Bergerilya bersama Bung Tomo, Info bagi Siswa

Informasi yang dirangkum dari laman Universitas Krisnadwipayana (Unkris), perjanjian Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggarjati adalah suatu perundingan Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat.

Adapun perundingan itu menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi secara resmi kedua negara pada 25 Maret 1947.

Latar belakangan perjanjian Linggarjati

Masuknya Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang diboncengi Netherlands-Indies Civiele Administration (NICA) ke Indonesia karena Jepang menetapkan 'status quo' di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik selang Indonesia dengan Belanda.

Seperti misalnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab atas duduk konflik politik dan militer di Asia. Oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda berunding di Hooge Veluwe.

Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia berharap Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Pulau Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Baca juga: Siswa, Ini 4 Bahan Kimia Pembersih Berikut Penjelasannya

Hasil perjanjian Linggarjati

Untuk menyelesaikan pertikaian Indonesia dan Belanda, maka pada 10 November 1946 diadakan perundingan di Linggar Jati. Pihak Indonesia dipimpin oleh dr. Sudarsono, Jenderal Sudirman, dan Jenderal Oerip Soemohardjo.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.