Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/11/2022, 10:20 WIB


KOMPAS.com - Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) gelar acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022 dengan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para guru-guru se-Indonesia.

Dengan mengusung tema, “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar,” Nadiem menyebut Kemendikbudristek terinspirasi merangkai tema tersebut bersumber dari semangat para ibu dan bapak guru tanah air.

Oleh karena itu, di hadapan ratusan perwakilan guru yang dari berbagai wilayah Indonesia, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berinteraksi dengan para guru hebat dan guru penggerak yang berhasil melakukan inovasi dan terobosan dari beberapa wilayah. Juga Maudy Ayunda, yang dikenal sebagai Pemerhati Pendidikan.

Baca juga: Lulusan S1 Mau Jadi Guru? Kemendikbud Buka 40.000 Kuota Calon Guru di PPG

Nadiem mendengar kesaksian dari empat orang guru hebat dalam acara diskusi JI EXPO Kemayoran, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Cerita pertama dari Guru Penggerak dan Kepala Sekolah SDN 09 Padangsambian, Bali, I Ketut Budiarsa. Pihaknya merupakan seorang guru penggerak yang diangkat menjadi kepada sekolah di usia yang masih tergolong muda.

Pada usianya yang 35 tahun, dia merasa menjadi kepala sekolah merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang.

“Menjadi kepala sekolah di usia muda yakni di usia 35 tahun ini memiliki tantangan tersendiri yakni dengan guru-guru yang senior,” ungkapnya.

Dia sendiri berupaya melakukan pendekatan yang humanis kepada guru-guru yang lebih senior dengan mengajak mereka untuk belajar bersama, juga merancang pembelajaran dan pendidikan yang berpihak kepada anak-anak didik.

Baca juga: P2G: Begitu Sulit Nasib Guru Honorer dan PPPK di Indonesia

Sementara itu, cerita dari Guru Penggerak dan dan Wakil Kepala Sekolah SMA Gabungan, Jayapura, Dolvina juga tidak kalah menginspirasi.

Dia membagikan pengalamannya ketika menjadi guru penggerak, dengan menciptakan sebuah inovasi yakni pembelajaran berdiferensiasi. Dolvina mengatakan hal tersebut sangat menarik dan membuatnya semakin dekat dengan anak didik, khususnya dalam melihat potensi mereka.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+