Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/12/2022, 12:00 WIB


KOMPAS.com – Lembaga penelitian dan konsultasi kebijakan publik, Synergy Policies bersama Tanoto Foundation menyelenggarakan Focus Group Discussion (FDG) guna mengumpulkan inovasi dan praktik baik pendidikan berkualitas di 25 Kabupaten/Kota di lima Provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

Kelima Provinsi tersebut dipilih berdasarkan wilayah Tanoto Foundation telah melakukan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) di sekolah SD dan SMP.

Hasil yang ditemukan dari studi yang berlangsung pada Oktober-November 2022 tersebut berkaitan dengan sejumlah inovasi untuk pendidikan yang berkualitas pada jenjang SD dan SMP.

Inovasi pertama ialah terbangunnya aktivitas berbasis digital untuk pembelajaran di sekolah dan pengembangan profesional guru seperti program PINTAR, Platform Merdeka Belajar, media online, dan lain-lain.

Baca juga: Saat Gunung Meletus, Ini yang Harus Dilakukan Siswa

Kedua, ditemukan adanya perkembangan pola belajar aktif sesama guru melalui komunitas atau kelompok belajar seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Synergy Policies juga menemukan adanya pengembangan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah terutama dalam mendukung pembelajaran (kepemimpinan instruksional) misalnya melalui supervisi akademis dan pendampingan guru yang efektif.

Keempat, tersebarnya cara pengajaran yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang berpusat pada siswa dan mendorong berkembangangnya Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Terakhir, berkembangnya mekanisme pemantauan dan umpan balik kinerja murid, guru, dan kepada sekolah oleh otoritas pendidikan (misalnya pembiasaan refleksi di level tenaga pendidik dan pemantau sekolah dengan berbasis data).

Baca juga: Dana BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan Berguna untuk Banyak Hal

Inovasi tersebut mencakup pengenalan karakter dan latar belakang siswa, penerapan pembelajaran aktif dan berdiferensiasi, pembentukan paguyuban orangtua siswa, dan mengaktifkan komunitas belajar antarguru.

Pemerintah daerah juga ambil bagian dengan menerbitkan peraturan bupati yang mendukung pengembangan kapasitas guru dan menyediakan fasilitas penunjang pendidikan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+