Raih Beasiswa Studi ke Belanda sambil Bawa Isteri dan Tiga Anak?

Kompas.com - 10/03/2015, 05:41 WIB
Lucky F Lumingkewas adalah satu dari ratusan mahasiswa S-2 peraih beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland (Studi di Belanda). Ia awalnya ragu-ragu bisa membawa isteri dan tiga anak untuk ikut menemani studinya di Belanda.
M Latief/KOMPAS.comLucky F Lumingkewas adalah satu dari ratusan mahasiswa S-2 peraih beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland (Studi di Belanda). Ia awalnya ragu-ragu bisa membawa isteri dan tiga anak untuk ikut menemani studinya di Belanda.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Sabar dan ulet. Dua hal itulah yang menjadi kata kunci Lucky F Lumingkewas bisa berhasil membawa isteri dan tiga anak untuk ikut menemani studinya di Belanda.

Lucky adalah satu dari ratusan mahasiswa S-2 peraih beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland (Studi di Belanda) yang saat ini tengah menuntut ilmu di Negeri Kincir Angin itu. Sejak September 2014 lalu, mahasiswa Master in Development Studies di Institute of Social Studies (ISS) of Erasmus University Rotterdam (EUR), Den Haag, Belanda, itu berangkat ke Belanda untuk menuntut ilmu.

Lucky mengaku, awalnya ragu-ragu bisa membawa keluarganya. Ia lalu mencari informasi ke sana-kemari, termasuk langsung ke kampusnya.

"Sebelum berangkat, awalnya saya tanya dulu ke pihak kampus (ISS), apakah memungkinkan membawa anak. Ternyata, menurut mereka sangat memungkinkan. Akhirnya saya diskusikan dengan isteri, dai setujut," tutur Lucky kepada KOMPAS.com usai acara "StuNed Day 2015" di Kantor KBRI di Den Haag, Sabtu (7/3/2015).

Namun, jalannya tak semulus yang dikira. Lucky mengaku, persyaratan paling merepotkan adalah soal administrasi, terutama syarat mendapatkan visa MVV (Machtiging tot Voorlopig Verblijf) atau Izin Tinggal Sementara. Menurut dia, banyak student sulit membawa keluarga karena terkendala urusan MVV itu.

"Saya beruntung sekali, karena ternyata kampus ISS punya kerjasama dengan pengurusan MVV. Puji syukur, hanya dua minggu diurus, visa saya keluar untuk isteri dan tiga anak. Ternyata semua diurus sendiri oleh kampus," kata Lucky.

Selain visa, kendala lain adalah keuangan. Ia mengaku mengkalkulasi anggaran untuk isteri dan tiga anaknya selama 16 bulan masa studinya di Belanda. Ternyata, urusan keuangan ini pun tidak mudah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya minta surat dari bank di Indonesia sebagai bukti tanggungan isteri dan anak, lalu saya kirim ke kampus. Lagi-lagi kampus mau membantu untuk mengurusnya. Ternyata, menurut teman-teman lain, tak semua kampus mau mengurus hal-hal seperti ini. Saya beruntung," tuturnya.

M Latief/KOMPAS.com Bukan mustahil mahasiswa yang sudah berkeluarga bisa membawa keluarganya untuk ikut studi di Belanda. Tahap pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan kemungkinan itu, termasuk ke pihak kampus seperti Institute of Social Studies (ISS) of Erasmus University.
Urusan duit

Lucky mengakui, bukan mustahil mahasiswa yang sudah berkeluarga bisa membawa keluarganya untuk ikut studi di Belanda. Tahap pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan kemungkinan itu, termasuk ke pihak kampus.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.