Mengenal "SMART", Panel Surya Karya Mahasiswa UI

Kompas.com - 18/07/2018, 18:36 WIB
Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) meraih juara pertama seleksi final Go Green in The City (GGITC) Indonesia.Dok. Clarissa Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) meraih juara pertama seleksi final Go Green in The City (GGITC) Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Clarissa Merry dan Rivaldo Gurky, dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim RISE, memperoleh juara pertama seleksi final Go Greem in The City (GGITC) Indonesia, ajang kompetisi energi terbarukan.

Dengan kemenangan ini, mereka akan mewakili Indonesia pada final GGITC 2018 di tingkat Asia Pasifik.

Karya yang diusung Clarissa dan Rivaldo mengusung ide Smart Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART). Konsep SMART ini diterapkan pada sistem panel surya.

Saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/7/2018), Clarissa mengatakan, ide muncul karena mereka tertarik dengan panel surya yang ada di Kupang.

"Untuk ide sendiri, aku sama Valdo memang kemarin brainstorming, dan salah satu masalah yang menarik untuk kami adalah tentang adanya panel surya di Kupang. Terus kami do research deeper, tentang kekurangan dan kelebihan di Kupang. Kebetulan Valdo nemuin sesuatu smart material = shape memory alloy," kata Clarissa.

Baca juga: Panel Surya SMART Antar Dua Mahasiswa UI ke Kompetisi Asia Pasifik

SMART merupakan proyek alat panel tenaga surya yang dapat secara fleksibel mengikuti arah gerak matahari.

Mereka membutuhkan waktu tiga bulan untuk mempersiapkan ide ini.

"Kami siapin sekitar 3 bulan. Riset dari jurnal-jurnal dan berita. Setelah riset lebih dalam tentang shale memory alloy, maka kami simpulkan kalo material ini feasible untuk dijadikan dalam bentuk pegas, (kemudian) bisa diaplikasikan ke panel surya untuk menggerakkan panelnya mengikuti sinar matahari," kata Clarissa.

Dua mahasiswa UI, Clarissa Merry, mahasiswa jurusan Teknik Kimia FTUI dan Rivaldo Gurky, mahasiswa jurusan Teknik Mesin FTUI yang akan bersaing di tingkat Asia Pasifik dalam ajang kompetisi energi terbarukan ?Go Green in the City 2018? Dok. UI Dua mahasiswa UI, Clarissa Merry, mahasiswa jurusan Teknik Kimia FTUI dan Rivaldo Gurky, mahasiswa jurusan Teknik Mesin FTUI yang akan bersaing di tingkat Asia Pasifik dalam ajang kompetisi energi terbarukan ?Go Green in the City 2018?
Dengan sifat yang fleksibel tersebut, energi listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dapat meningkat sekitar 18 persen dibandingkan sistem panel surya konvensional.

"Temuan barunya di bagian shape memory alloy sebagai pegas yang bisa merenggang dan merapat sesuai dengan suhu yang ditentukan. Maka kita bisa aplikasikan pegas ini pada panel surya sebagai solar tracker sederhana tanpa harus ada listrik," kata Clarissa.

Shape memory alloy digunakan untuk menggantikan teknologi solar tracker. Dalam penggunaannya, teknologi solar tracker memerlukan listrik.

"Maka material ini bisa menggantikan teknologi solar tracker yang dijual di pasaran. Teknologi solar tracker yang ada ini punya banyak komponen kompleks yang digerakkan dengan listrik, sehingga mengonsumsi listrik," lanjut dia.

Perbedaan panel surya yang menerapkan konsep SMART dengan panel surya konvensional terletak pada besaran listrik yang dihasilkan.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Kosmetik dari Kulit Kelinci

Diperkirakan, dalam satu hari, alat ini mampu menghasilkan energi listrik hingga 31,6 MWh, yang setara dengan menghidupkan 2.300 rumah tangga dengan konsumsi listrik rata-rata per harinya sebesar 13,6 kWh.

Halaman:


Terkini Lainnya

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Hilang Dua Pekan di Hutan, Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional

Close Ads X