Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menguatkan Kepemimpinan Generasi Milenial

Kompas.com - 06/09/2018, 21:43 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Tanoto Foundation, organisasi filantropi, pada hari ini meluncurkan program "TELADAN", sebuah program pengembangan kepimpinan yang dirancang untuk membekali generasi muda Indonesia menjadi pemimpin masa depan.

Peluncuran program TELADAN dilakukan oleh CEO Global Tanoto Foundation J Satrijo Tanudjojo, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Prof Faisal Abdullah, serta Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Kemenristekdikti Misbah Fikrianto di Jakarta, Rabu, 6 September 2018.

Diharapkan melalui program ini, organisasi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto dapat memberikan kontribusi dalam mendukung kepemimpinan generasi muda yang berdampak pada masyarakat.

Baca juga: Literasi Media dan Kabar Bohong yang Beredar Cepat

Faisal Abdullah dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada Tanoto Foundation yang telah turut berpatisipasi menyukseskan Asian Games 2018 lalu. Ia berharap program yang dijalankan Tanoto Foundation ini dapat menjadi pemicu lahirnya kepemimpinan di Indonesia secara masif dan terencana.

1. Tantangan mutu pendidikan di Indonesia

Peluncuran Program TELADAN dari Tanoto Foundation di Jakarta (6/9/2018)Dok. Kompas.com Peluncuran Program TELADAN dari Tanoto Foundation di Jakarta (6/9/2018)

Satrijo Tanudjojo dalam sambutan menyampaikan beberapa tantangan yang sedang dihadapi dunia pendidikan Indonesia. "Dari data hasil tes PISA tahun 2015, kemampuan literasi baca, tulis dan matematika anak Indonesia masih sangat rendah. Kita masih berada di posisi 66 dari 72 negara. Masih jauh di bawah Malaysia yang menempati posisi 40 dan Singapura yang berada di posisi pertama," jelas Satrijo.

Salah satu faktor penyebab, tambah Satrijo, adalah masih tingginya angka stanting di Indonesia. "Bayangkan, 4 dari 10 anak di Indonesia mengalami stanting. Angka ini sangat tinggi dan memprihatinkan. Itu berarti akan ada 4 sumber daya manusia Indonesia yang jika tidak segera dibenahi akan menjadi beban dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 nanti," kata Satrijo kepada Kompas.com

Hal inilah mendorong Tanoto Foundation yang sejak berdiri tahun 1981 memfokuskan diri dalam pengembangan 3 pilar komitmen yakni Lingkungan Pembelajaran, Pengembangan Kepemimpinan dan Riset Medis.

"Kami mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar menengah serta menguatkan ekosistem pendidikan melalui perbaikan kapasitas pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, serta peningkatan kapasitas guru. Termasuk di antaranya melakukan pendampingan terhadap 51 ribu siswa dan 5.100 guru," tambahnya.

2. Membangun kepemimpinan generasi milenial

Peluncuran Program TELADAN dari Tanoto Foundation di Jakarta (6/9/2018).Dok. Kompas.com Peluncuran Program TELADAN dari Tanoto Foundation di Jakarta (6/9/2018).

Dalam kesempatan panel diskusi Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Kemenristekdikti Misbah Fikrianto menekankan pentingnya membangun 3K dalam melahirkan kepemimpinan di kalangan generasi muda.

"Tiga hal itu adalah Kompetensi, Karakter dan Kompetisi. Kompetensi merupakan proses pembelajaran yang terus berjalan namun karakter membutuhkan proses panjang baik dalam pembentukan karakter profesional dan karakter integritas," jelas Misbah.

Misbah menambahkan, kompetisi akan mendorong lahirnya mahasiswa yang memiliki kompetensi dan berdaya saing global. Untuk itu ia mengharapkan adanya sinergi pemerintah dan filantropi pendidikan dalam menciptakan inovasi program-program yang kreatif. 

Baca juga: Jelang Hari Aksara Internasional dan Ajakan Majukan Literasi Berbudaya

Margaretha Ari Widowati, Deputy Head of Program Tanoto Foundation yang juga tampil sebagai salah satu narahubung dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya melahirkan kepemimpinan yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

"Melalui program TELADAN ini kami tidak hanya berfokus pada beasiswa saja. Kami terpanggil untuk memberi kesempatan mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan potensi dan juga mendorong mereka aktif menjalankan kegiatan sosial sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat," jelas Ari Widowati.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com