Kompas.com - 13/09/2018, 21:37 WIB
Reza Rahardian, menjadi salah seorang pengajar kelas praktik dan laboratorium Program Studi Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia (UI). Dok. Vokasi UIReza Rahardian, menjadi salah seorang pengajar kelas praktik dan laboratorium Program Studi Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia (UI).

KOMPAS.com - Reza Rahadian, Aktor Terbaik Asia Pasific Film Festival 2017, menjadi salah  seorang pengajar kelas praktik dan laboratorium Program Studi Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia (UI) untuk Semester Gasal 2018-2019.

Reza bersama dengan praktisi dari berbagai profesi di industri komunikasi, hadir sebagai pengajar selama satu semester penuh. Reza akan mengajar dari September hingga Desember 2018.

Reza Rahadian, Fadhil Patra, Ngurah Rangga Wisesa, Devie Rahmawati, dan Amelita Lusia, bersama-sama menjadi pengajar teori dan praktik pada Mata Kuliah Olah Suara dan Penyajian. 

1. Bimbingan di bawah praktisi

Mata kuliah ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa memiliki kemampuan identifikasi serta praktik olah suara dan teknik penyajian diri di berbagai platform media.

Sebagai pengajar kelas praktik, Reza bersama tim, akan membimbing para mahasiswa selama 4 hingga 6 jam di setiap pertemuan. Mekanisme pengajaran ini diciptakan untuk memastikan peserta didik dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, dibawah bimbingan para ahli.

Baca juga: Menaker: Kisah Pardi Youtuber Bisa Ditiru 1000 Mahasiswa Vokasi UI

Di dalam kurikulum 2016, mahasiswa Program Vokasi tidak diperkenankan untuk memiliki beban pekerjaan rumah (PR), karena seluruh praktik dilakukan di Laboratorium enam lantai yang tersedia di Gedung C Program Vokasi.

2. Transfer pengetahuan di industri

“Kehadiran Reza dan para praktisi sebagai tenaga pengajar dimaksudkan untuk mewujudkan misi Pendidikan Vokasi yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang memenuhi kebutuhanindustri serta mampu bersaing dengan sumber daya manusia asing," ujar Devie Rahmawati, Ketua Program Studi Vokasi Komunikasi UI kepada Kompas.com.

Devie menambahkan, vokasi menyadari bahwa semenjak Asean Economic Community (AEC) 2015, Indonesia telah menghadapi “free flows of goods and services” termasuk “free flow of Professionals and Skilled Labors”, tidak terkecuali dunia industri komunikasi dan kreatif.

Reza Rahadian dan para profesional yang telah berkarier lebih dari 10 tahun di industri komunikasi, tentu saja memiliki kompetensi mentransfer ketrampilan kepada peserta didik yang dipersiapkan untuk langsung berkarir di industri.

Keunggulan ini sejalan dengan inti pengajaran program vokasi yang mengedepankan ketrampilan dan keahlian nyata dari lulusannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.